Ah lihatlah, siapakah yang menemani, hanya digumuli oleh ruangan kosong nyawa akal budi, karena murni hati lugunya tiada yang mengerti alami, hingga dipendam damba di alam kesepian sang diri.
Rumah Ibundaku
Disinilah tempat keseharianku selama lebih dari 3,5 tahun umur jagung, yang mayoritas kuhabiskan dengan pergumulan interaksi didalam keluargaku terlebih lagi bagi ibundaku, baik dikala daku memberontak dengan kurang mengindahkan perkataannya, atau mematuhi perkataan tulusnya, atau bercanda yang masih bernuansa keluguan, atau berbincang nan bercengkerama dengan masalah pribadi hidup. Yang terpenting diriku separo lebih sisi masih memiliki rasa kasih sayang yang mendalam kepada yang telah melahirkan, membimbing, menemani, dan malaikat penolong besarku.
My song is like bird, and
the beauty spirit God is my part soul too.
My sound guitar and music
just by the beautiful sunrise.
I grown with my body so
old, but still my soul like child and so smooth.
Now this gallery city in
under the light sunset is my home family.
I hope from my pure heart
“I never forget the home land whom given my soul, my spirit, and my love for
music”.
For memoriam Nirvana and Kurt Cobain.
My religion is based on
truth and non violence, where truth is my God, and non violence is the means of
realising Him.
My religion to truth God
just like, when i admire the wonders of the sunset or the beauty of the moon
and stars, and my soul expands in the worship of the Creator.
For memoriam the son soul most high of God, that is Mahatma Gandhi and Martin Luther King.
Merentangkan tangan sembari menghembus kumandang kebenaran Tuhan, olehmu sang estetika hidup dan biarlah ketulusan kasihku dapat dikau rangkul oleh jemari agungmu.
Sang perenung yang ditemani oleh rumah hati dan cahaya kesendiriannya akan nilai, makna, arti, tujuan, dan imajinasi dalam kehidupannya.
Semoga kedua karya tulis dibawah ketukan jariku dan dari ungkapan hatiku ada beberapa diantaranya mampu untuk menggugah ilham hati manusia yang lain yang sanggup menyelami kedalaman nilai makna dan seni nya.
Ketika jiwa tergugah oleh belaian
nilai dan makna bahagia riang dan penderitaan duka nan hampa hidup, maka
hatinya akan meluap ekspresi keluar kedalam segala instrumen musik penjiwaan
syahdu dambanya.
Kemurnian pesona musik jiwa adalah suara riang gembira dilubuk hati Tuhan.
Penderitaan mendalam Sang Seni Kehidupan, Keindahan, dan Jiwa Sejati.
Ketiganya bagai penyentuh dan penghibur insan hati dan memoriku melebihi kisah-kisah fantasy yang lain yang pernah kuketahui.
Keindahan Alam adalah Sang
Wajah Tuhan
Niscaya sang perancang
dengan yang indah dirancang adalah satu
Jika keberadaan sang perancang hampa, maka yang dirancang indah pun juga tiada.
Aku duduk bersila diatas karang nyaman yang disentuh oleh belaian ombak pemerhati kasih diriku yang melantun merdu didekapan benak luruh sanubariku, sambil menengadah ke langit lembayung pelangi yang kentara elok bak beningnya air dan sinar panorama dalam wajah kemurahan hatimu ya Sang Esa Ayah Roh ku.
Wahai ketiga sobat imajinasi keindahan bathinku, gambaran seni lugu kekanak-kanakkan ku tetap belum pupus dialam hatiku hingga bahkan telah menginjak waktu dewasa yang berkepala usia 22 tahun, semarak seni dan hidup imajinasiku tak jauh berbeda dengan pesona cerah sunset dilautan luas nan pegunungan.
Menatap atas ke atap peraduan nasib langit pada kehidupan waktu didepan apakah kemasukan gagasan ciptaan kebenaranku diangkasa langit yang dihuni awan-awan khalayak banyak yang beraneka kumpulan titik-titik air penilaian dan pendapat, apakah gerangan karyaku disambut murka gelegar benci hujatan, atau mendung gelap duka tangisan, atau cerahnya lembayung riang gembira, ataukah biasa nan apatis bagi gumpalan putih luntur yang tak mencolok gelap sekaligus cerahnya.
Beruntung dalam secuil dari panjang dan banyaknya waktu hidupku, daku sempatkan menyatu raga dan imajinasi jiwaku dengan keindahan dan eloknya bentangan pandangan luas pernak-pernik alam didepan istana keseharian rumahku. Selayak terbang diangkasa jernih lembayung nan kelabu awan serta dicerahnya kebiruan keramahan takhta langit Tuhan.
Aura seni guitar beriringan dengan lantunan suara musik syahdu nan meresap merdu dilubuk sukma dan kelembutan hati, yang menyatu seirama dengan kesegaran dan keramahan akan pesona murni hiasan indahnya alam dihadapan keseharian istana rumahku sebagai tempat merenung dambaan penyejuk akan kesesakan hati dan juga pembasuh kegelapan hati yang kian membersihkan luka di alam sanubariku.
Tulisan ku pada tahun 2006.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar