Jumat, 24 Maret 2023

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-DUA PULUH SATU

 

Ada saatnya untuk menanam dan ada saatnya untuk menuai, seperti halnya ada saatnya untuk berdamai dan ada saatnya untuk berperang, tergantung situasi dan kondisinya yang terpenting.

 

 

Jika orang jahat sudah memiliki posisi yang sangat kuat maka dia tidak akan berbuat bohong jahat, tetapi dia akan bertindak jujur jahat dan kejam khususnya kepada orang yang lemah.

 

 

Dalam dunia politik seperti satu tangan merangkul, dan tangan lainnya menggenggam pisau dibelakangnya.

 

 

Perang juga merupakan medan propaganda kekacauan yang sulit dipercaya akan kebenarannya.

 

 

Apakah senjata kekerasan menjadi langkah terakhir, ketika semua solusi mencapai jalan buntu.

 

 

Nietzsche berkata : Kehendak untuk berkuasa

Dapat berubah menjadi :

Ambisi untuk menjadi tuhan.

 

 

Menjaring angin adalah sia-sia, dan menggenggam air adalah mustahil, seperti hal nya manusia berjuang keras menjadi trasenden ilahi

 

 

Hukum karma terus berjalan cepat seiring ketidakadilan terus berlari sekencang mungkin

 

 

Pohon adalah dassolen sedangkan buah adalah dassein

 

 

Semakin hari terasa biasa saja, tetapi sering kreatif berpikir membuat cepat maju



Meninju keras di permukaan tetapi yang didalam tidak bergeming



Apakah nyawa kita masih berharga di tengah permainan keji hidup ini??



Mau makan lezat ehhhh malah disantap duluan dengan taring sombongnya.



Jika manusia pertama saja sudah ingin menjadi tuhan. Apakah semua manusia yang merupakan keturunannya juga ingin menjadi tuhan, baik disadari maupun tanpa disadari??

Karena buktinya semua manusia sudah melakukan dosa dan memiliki dosa, baik itu dosa kelihatan yaitu tindakan lahiriah, maupun dosa tersembunyi yaitu hati dan pikiran. Dan hanya Tuhan asli sajalah yang sempurna bersih dari dosa. Sepertinya semua manusia terkena kutukan dosa warisan, apalagi dosa itu semakin lama semakin mengerikan dan semakin maut. Meskipun di satu sisi juga tetap harus berlaku hukum bahwa manusia hanya bertanggung jawab atas perbuatan dirinya sendiri, tapi disisi lain kutukan dosa warisan yang masih misteri ini tetap tidak bisa diabaikan begitu saja.



Ternyata hidup itu sama saja dengan politik



Lelah menunggu waktu terpenting yang tidak kunjung tiba, maka lebih baik menjalani hidup syukuri apa adanya aja.



Semakin kuat dan semakin pintar seseorang tersebut, maka tanggung jawab nya akan semakin besar



Menilai teknologi ke belakang sejarah dimana kita sering menghinanya, dan menilai teknologi jaman sekarang kita nikmati sekaligus kita puja, dan menilai teknologi masa depan kita sangat memujanya tetapi masih meraba-raba.

Dimana setiap jaman manusia dapat menikmati teknologi dan memujanya sesuai dengan kemampuan porsi teknologi yang ada pada saat itu juga.

Dan yang menjadi pertanyaan, apakah perkembangan dan kemajuan iptek manusia ada batas maksimalnya alias mentok dimasa depan nanti?? Atau tidak ada batasnya??

Biasanya mayoritas jawaban khalayak ramai yaitu tidak tahu atau setidaknya masih ragu-ragu.

 

 

Dosa pertama kali manusia bukan stadium 1 atau stadium 2 dulu, tapi langsung stadium 4 yang paling parah yaitu ingin menjadi tuhan.



Kepala pusing semakin tidak terkendali pertanda akal sehat makin berkarat usang karena sering dimangsa oleh hawa nafsu liar kegelapan

 

 

Gigi rapuh banyak jalan berlobang sebagai tanda banyak rintangan makanan ilmu yang dilahap untuk membuat perut makna hidup menjadi kenyang.



Air hujan pengetahuan murni aku tampung di lidah demi menghilangkan dahaga di kepala ku, tapi aroma rasa nya beraneka warna petunjuk untuk menyambung hidup ku agar segar dan bugar kembali dalam menjalani kehidupan.

 

 

Aku tersenyum tulus pada awan mendung, tapi cuaca tidak kunjung cerah terang benderang, ada apa gerangan??



Telan ludah kian dalam menuju lambung, mau dibuang keluar malah terhalang oleh lidah beraneka rasa dan gerakan artikulasi kata



Kita sering bosan dengan kata-kata bijak dan positif yang sering diulang-ulangi, padahal kita dalam menjalani aktivitas hidup sehari-hari juga sering kita ulang-ulangi, seperti makan, mandi, tidur, bercanda, nonton tv, dengerin musik, dll.


Tulisan ku pada tahun 2021.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...