Ada saatnya untuk menanam dan ada saatnya untuk
menuai, seperti halnya ada saatnya untuk berdamai dan ada saatnya untuk
berperang, tergantung situasi dan kondisinya yang terpenting.
Jika orang jahat sudah memiliki posisi yang
sangat kuat maka dia tidak akan berbuat bohong jahat, tetapi dia akan bertindak
jujur jahat dan kejam khususnya kepada orang yang lemah.
Dalam dunia politik seperti satu tangan
merangkul, dan tangan lainnya menggenggam pisau dibelakangnya.
Perang juga merupakan medan propaganda
kekacauan yang sulit dipercaya akan kebenarannya.
Apakah senjata kekerasan menjadi langkah
terakhir, ketika semua solusi mencapai jalan buntu.
Nietzsche berkata :
Kehendak untuk berkuasa
Dapat berubah menjadi :
Ambisi untuk menjadi tuhan.
Menjaring angin adalah sia-sia, dan menggenggam
air adalah mustahil, seperti hal nya manusia berjuang keras menjadi trasenden
ilahi
Hukum karma terus berjalan cepat seiring
ketidakadilan terus berlari sekencang mungkin
Pohon adalah dassolen sedangkan buah adalah
dassein
Semakin hari terasa biasa saja, tetapi sering
kreatif berpikir membuat cepat maju
Meninju keras di permukaan tetapi yang didalam
tidak bergeming
Apakah nyawa kita masih berharga di tengah
permainan keji hidup ini??
Mau makan lezat ehhhh malah disantap duluan
dengan taring sombongnya.
Jika manusia pertama saja
sudah ingin menjadi tuhan. Apakah semua manusia yang merupakan keturunannya
juga ingin menjadi tuhan, baik disadari maupun tanpa disadari??
Karena buktinya semua
manusia sudah melakukan dosa dan memiliki dosa, baik itu dosa kelihatan yaitu
tindakan lahiriah, maupun dosa tersembunyi yaitu hati dan pikiran. Dan hanya
Tuhan asli sajalah yang sempurna bersih dari dosa. Sepertinya semua manusia
terkena kutukan dosa warisan, apalagi dosa itu semakin lama semakin mengerikan
dan semakin maut. Meskipun di satu sisi juga tetap harus berlaku hukum bahwa
manusia hanya bertanggung jawab atas perbuatan dirinya sendiri, tapi disisi
lain kutukan dosa warisan yang masih misteri ini tetap tidak bisa diabaikan
begitu saja.
Ternyata hidup itu sama saja dengan politik
Lelah menunggu waktu terpenting yang tidak
kunjung tiba, maka lebih baik menjalani hidup syukuri apa adanya aja.
Semakin kuat dan semakin pintar seseorang
tersebut, maka tanggung jawab nya akan semakin besar
Menilai teknologi ke
belakang sejarah dimana kita sering menghinanya, dan menilai teknologi jaman
sekarang kita nikmati sekaligus kita puja, dan menilai teknologi masa depan
kita sangat memujanya tetapi masih meraba-raba.
Dimana setiap jaman manusia
dapat menikmati teknologi dan memujanya sesuai dengan kemampuan porsi teknologi
yang ada pada saat itu juga.
Dan yang menjadi
pertanyaan, apakah perkembangan dan kemajuan iptek manusia ada batas
maksimalnya alias mentok dimasa depan nanti?? Atau tidak ada batasnya??
Biasanya mayoritas jawaban
khalayak ramai yaitu tidak tahu atau setidaknya masih ragu-ragu.
Dosa pertama kali manusia bukan stadium 1 atau
stadium 2 dulu, tapi langsung stadium 4 yang paling parah yaitu ingin menjadi
tuhan.
Kepala pusing semakin tidak terkendali pertanda
akal sehat makin berkarat usang karena sering dimangsa oleh hawa nafsu liar
kegelapan
Gigi rapuh banyak jalan berlobang sebagai tanda
banyak rintangan makanan ilmu yang dilahap untuk membuat perut makna hidup
menjadi kenyang.
Air hujan pengetahuan murni aku tampung di
lidah demi menghilangkan dahaga di kepala ku, tapi aroma rasa nya beraneka
warna petunjuk untuk menyambung hidup ku agar segar dan bugar kembali dalam
menjalani kehidupan.
Aku tersenyum tulus pada awan mendung, tapi
cuaca tidak kunjung cerah terang benderang, ada apa gerangan??
Telan ludah kian dalam menuju lambung, mau
dibuang keluar malah terhalang oleh lidah beraneka rasa dan gerakan artikulasi
kata
Kita sering bosan dengan kata-kata bijak dan
positif yang sering diulang-ulangi, padahal kita dalam menjalani aktivitas
hidup sehari-hari juga sering kita ulang-ulangi, seperti makan, mandi, tidur,
bercanda, nonton tv, dengerin musik, dll.
Tulisan ku pada tahun 2021.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar