Kamis, 23 Maret 2023

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-EMPAT BELAS

 

Keindahan alam adalah sang wajah Tuhan, niscaya sang perancang dengan yang dirancang adalah satu, jika keberadaan sang perancang hampa maka yang dirancang indahpun juga tiada.

 

 

Aura seni dambaan gitar, musik merdu, dan kesejukan indahnya alam. Aura seni gitar beriringan dengan lantunan suara musik syahdu nan meresap merdu dilubuk sukma dan kelembutan hati, yang menyatu seirama dengan kesegaran dan keramahan akan pesona murni hiasan indahnya alam dihadapan keseharian istana rumahku sebagai tempat merenung dambaan penyejuk akan kesesakan hati dan juga pembasuh kegelapan hati yang kian membersihkan luka dialam sanubariku.

 

 

Beruntung dalam secuil dari panjang dan banyaknya waktu hidupku, daku sempatkan menyatu raga dan imajinasi jiwaku dengan keindahan dan eloknya bentangan pandangan luas pernak-pernik alam didepan istana keseharian rumahku. Selayak terbang diangkasa jernih lembayung nan kelabu awan serta dicerahnya kebiruan keramahan takhta langit Tuhan.

 

 

Menatap atas ke atap peraduan nasib langit pada kehidupan waktu didepan apakah kemasukan gagasan ciptaan kebenaranku diangkasa langit yang dihuni awan-awan khalayak banyak yang beraneka kumpulan titik-titik air penilaian dan pendapat, apakah gerangan karyaku disambut murka gelegar petir hujatan, mendung gelap duka tangisan, cerahnya lembayung awan gembira, ataukah biasa nan apatis bagi gumpalan putih luntur yang tak mencolok gelap sekaligus cerahnya.

 

 

Wahai ketiga sobat imajinasi keindahan bathinku, gambaran seni lugu kekanak-kanakkanmu tetap belum pupus dialam hatiku hingga bahkan telah menginjak waktu dewasa yang berkepala usia 22 tahun, semarak seni dan hidup imajinasimu tidak jauh beda dengan pesona cerah sunset dilautan luas nan pegunungan.

 

 

Aku duduk bersila diatas karang nyaman yang disentuh oleh belaian ombak pemerhati kasih diriku yang melantun merdu didekapan benak luruh sanubariku, sambil menengadah ke langit lembayung pelangi yang kentara elok bak beningnya air dan teriknya sinar panorama dalam wajah kemurahan hatimu, ya sang esa Ayah rohku.

 

 

Passion of the Christ; painful of deepness the art of life, beauty, and soul; penderitaan mendalam sang seni kehidupan, keindahan, dan jiwa;

 

 

Ketika jiwa tergugah oleh belaian nilai dan makna bahagia riang dan penderitaan duka nan hampa hidup, maka hatinya akan meluap ekspresi keluar kedalam segala instrumen musik penjiwaan syahdu dambanya. Kemurnian pesona musik jiwa adalah suara riang gembira dilubuk hati Tuhan.

 

 

Semoga kedua karya tulis dibawah ketukan jariku dan dari ungkapan hatiku ada beberapa diantaranya yang mampu menggugah ilham hati manusia yang lain yang sanggup menyelami kedalaman nilai, makna, dan seninya.

 

 

Sang perenung yang ditemani oleh rumah hati dan cahaya kesendiriannya akan nilai, makna, seni, arti, tujuan dan imajinasi dalam kehidupannya.

 

 

Merentangkan kedua tangan sembari menghembus kumandang kebenaran Tuhan, olehmu sang estetika hidup dan alam, biarlah ketulusan kasihku dapat dikau rangkul oleh jemari agungmu.

 

 

Ah lihatlah, siapakah yang menemani, hanya digumuli ruangan kosong nyawa akal budi karena murni hati lugunya tiada yang mengerti selami hingga dipendam damba dialam kesepian sang diri.

 

 

Terbukalah mata kebenaranku dan hati tulus terangku kepada perawakan ayah tunggal roh diatas cahaya peraknya awan dan lautan warna langit dilarutan renungan jiwaku.

 

 

Semasa tak sadar hidup lambang biadab, bangga nan dikala sadar tiba, maka tersimpuh rebah, tiada kuat junjung pikuli didepan kena sinar sempurna.

 

 

Tempo nihil diruang kenanga kuliah yang tiada murid tiba, maka gumul dengan dunia pikiran dan bayangan hati luruh diri dinyata renungan silanya.

 

 

Menatap kelabunya awan, sekelabu seni hidup dan hatiku, yang membentang dalam samudera mendung abu dirundung sunyi, selayak penudung atap biru dan berparas asali pantulan jernih kemilau, dilautan luas permukaan membiru.

 

 

Terbayang dunia memori rindu kekanak-kanakkan daku dihari nyata jauh silam, maupun imajinasi maya yang lahir dihatiku, namun pada hakikinya kedua maya nan nyata tersebut mengandung nilai lugu dan polos keindahan murni yang maha pesona, layaknya anak kecil yang berlari begitu riang ceria ditepi pasir pantai luas yang berkemilauan cahaya mentari timur fajar, dan hembusan angin tenang sejuk serta ratusan burung elok yang terbang gembira diangkasa. Dimana kesemua lugunya itu merupakan salah satu bagian esensi didalam hati jernih Tuhan.

 

 

Tetaplah semangat dalam pendirianmu wahai dada sukmaku, semoga reflek detak jantung hidup selaras konstan berdenyut kuat walau dihimpit hujan epidemi neraka disekitar eksistensiku.

 

 

Janganlah jiwaku menjadi manusia neraka bagi sesama, melainkan teguh surya elok tulus suryanya dalam alam hubungan sesama.

 

 

Inilah tarian terbebas nan terindah tulus dalam sekali hidupku bagai penghapus noda gelisah, gersang dan galau dilekat benakku; mengayun, melompat, luwes, bertepuk, melangkah, lari, angkat, merapal, dan bergerak searah senandung lagu semangat jiwa.

 

 

Jendela istana rumah terbuka adalah titik mata pemandangan alam. Wujud tatap mata adalah jendela nilai suasana hati dan jiwa kita.

 

 

Art of Gregorian. Voice song authority like hymn God of Christ in moment of peace, like the blow water in feeling fresh and thundering of wind in feeling cold, have jarred my love heart and so lift altar of bliss soul and beauty in art of my life.



Tulisan ku pada tahun 2006.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...