Kamis, 23 Maret 2023

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-LIMA BELAS

 

Terlalu curiga berlebihan akan membuat orang tersebut tidak punya kepercayaan kepada siapapun bahkan tidak percaya kepada Tuhan Maha Jujur sekalipun. Orang yang terlalu curiga berlebihan hanya menganggap semua dunia kehidupan ini dipenuhi oleh kebohongan belaka dan tidak ada kejujuran sama sekali. Bahkan terlalu curiga berlebihan akan membuat orang tersebut hidupnya penuh dengan kebimbangan, selalu banyak perubahan negatif yang tak berkesudahan, tidak percaya diri, ketakutan, ketidakpastian, kebingungan, derita neraka ekstrim, dan bahkan menjadi orang yang super gila kacau rusak tidak karuan. Curiga dalam perkara dan masalah tertentu memang penting, tapi jika kecurigaan dipakai dalam semua masalah dan perkara kehidupan bahkan dalam setiap kehidupannya itu sendiri maka rasa kecurigaan itu akan menghancurkan total atau merusak total terhadap roh, jiwa, dan badan orang tersebut. Saran saya simpelnya janganlah menjadi orang terlalu curiga berlebihan, tetapi menjadi orang dengan rasa curiga secukupnya bahkan bila perlu menggunakan kecurigaan dengan minim dalam semua masalah dan perkara kehidupannya. Jadilah orang yang percaya diri, percaya terhadap orang lain yang jujur, apalagi yang paling penting percaya total kepada Tuhan Maha Jujur Baik.

 

 

Mengakui dosa itu jauh lebih mudah daripada kita berubah menjadi orang yang tidak berdosa atau setidak-tidaknya menjadi orang yang sedikit sekali dosanya, berubah menjadi orang yang tidak berdosa itu sangat susah sekali karena diperlukan usaha yang sangat keras sekali dan bahkan pengorbanan yang begitu besar atas diri kita sendiri, karena saya hingga saat ini masih sangat yakin bahwa sudah ada milyaran manusia yang sudah hidup didunia nyata ini tapi tidak ada satu pun manusia tersebut yang sempurna suci alias tidak memiliki dosa sama sekali selama hidupnya (100% tidak berdosa) dihadapan Tuhan Yang Maha Sempurna Suci. Meskipun banyak manusia yang berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan suci tapi tetap saja tidak ada satu pun manusia yang bisa mencapai kesempurnaan yang benar dan suci, karena pada kenyataannya hanya sedikit sekali manusia yang mendekati kesempurnaan yang suci (90% atau 95% tidak berdosa), bahkan kebanyakan manusia itu banyak berlumuran dosa, karena simpel saja dosa itu enak untuk dilakukan, semenjak manusia jatuh kedalam dosa manusia mulai banyak yang berlomba-lomba mencari dan melakukan dosa yang enak. Perlu anda ketahui, bahwa dosa tidak hanya berasal dari tindakan nyata kita saja yang jahat, tapi bagi Tuhan manusia sudah dianggap berdosa juga meskipun dia hanya sebatas berpikir atau berhati jahat saja, tentu yang tahu hati dan pikiran anda hanya anda sendiri dan Tuhan saja, bisa anda bayangkan betapa susahnya mencapai kesempurnaan yang suci dan benar alias 100% tidak berdosa.

 

 

Setelah saya menjalani dan meneliti kehidupan hingga berumur 34 tahun ini, saya menemukan 4 hal bentuk kehidupan manusia yaitu diantaranya 1. kebaikan, 2. kejahatan, 3. yang biasa saja, dan 4. yang terakhir adalah yang aneh dan unik atau berbeda dengan dasar kebiasaan hidup lainnya. Seperti yang anda ketahui contoh hidup kebaikan yaitu : tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berbohong, tidak berzinah, tidak iri hati, menghormati orang tua, tidak menyiksa, dermawan, suka menolong, rendah hati, dan lain lain. Sedangkan contoh untuk hidup kejahatan yaitu : mencuri, membunuh, berbohong, sombong, berzinah, iri hati, durhaka, pelit, suka menghina, suka menyiksa, curang, dan lain lain. Sedangkan contoh untuk hidup yang biasa saja (bisa dibilang tidak jahat dan juga tidak baik juga) yaitu : tidur, makan, mandi, berbicara yang umum atau yang biasa-biasa saja, tidak ekstrim baik maupun tidak ekstrim jahat, berjalan kaki, olahraga yang normal, dan lain lain. Dan yang terakhir saya susah menulisnya dalam bentuk kata-kata tetapi salah satu bentuk kehidupan yang banyak dicari oleh manusia yaitu yang aneh, yang unik, yang sensasi, yang baru, yang surplus, dan yang berbeda dengan ketiga bentuk kehidupan yang telah saya bicarakan tadi yaitu hidup yang baik, hidup yang jahat, dan hidup yang biasa saja. Contoh hidup yang aneh, unik, baru, sensasi, dan surplus tersebut memang tidak bisa saya tulis dengan kata-kata atau sukar sekali untuk diungkapkan atau diucapkan, namun meskipun begitu kehidupan tersebut masih dapat saya rasakan dan saya raba walaupun sulit sekali untuk dimengerti atau dipahami.

 

 

Meskipun saya sudah membaca beberapa buku dan mengetahui ada buku-buku kebenaran dan kebaikan seperti buku-buku filsafat, buku-buku pengetahuan, dan buku kitab suci seperti Alkitab, Alquran, Tripitaka, Wedha, dan lain-lain, meskipun saya mengetahui bahwa ada ribuan buku dan bahkan jutaan buku yang membahas tentang kebenaran, pengetahuan, dan kebaikan tersebut; tetapi saya dapat mengambil intisari atau kesimpulan yang sangat simpel dalam kehidupan ini yaitu “LAKUKANLAH YANG BAIK DAN BENAR”, itu saja udah titik.

 

 

Apabila manusia semakin dekat dengan Tuhan, maka dia akan semakin menemukan jati diri otentiknya, karena manusia diciptakan segambar dengan rupa Tuhan.

 

 

Apabila manusia berhasil mencapai sempurna suci, maka semua kehendak pribadinya adalah sama dengan kehendak Tuhan Yang Maha Suci.

 

 

Tuhan Yesus berkata : “Aku datang kepadamu untuk membebaskanmu dari segala perbudakan dosa”. Bahkan dosa yang enak dan bahkan dosa yang tidak ada hukumannya sekalipun bukanlah kemerdekaan atau kebebasan yang sejati, tetapi melainkan perbudakan dan bahkan penindasan terhadap dirinya sendiri.

 

 

Pada saat manusia jatuh ke dalam dosa, maka  manusia itu mengkhianati dirinya sendiri, karena manusia diciptakan segambar dengan rupa Tuhan.

 

 

Apabila manusia semakin jauh dari Tuhan, maka manusia semakin mengkhianati dirinya sendiri, karena manusia diciptakan segambar dengan rupa Tuhan.

 

 

Mujizat, nubuat, dan penglihatan akan Tuhan itu memang penting, akan tetapi ada yang jauh lebih penting daripada itu yaitu hendaknya kita mengenal Tuhan secara pribadi dan dari hati ke hati berdasarkan kitab suci dan hati nurani kita.

 

 

Hukuman yang adil adalah memberikan hukuman yang setimpal, sedangkan hukuman yang kejam adalah memberikan hukuman yang seberat-beratnya.

 

 

Jika Tuhan berkata “jangan mencuri dan jangan membunuh” karena itu adalah tulisan milik Tuhan, dan engkau menusia juga berkata “jangan mencuri dan jangan membunuh” dan engkau anggap tulisan itu milik dirimu sendiri, maka bukan berarti engkau plagiat, tetapi apa yang Tuhan miliki juga manusia suci itu miliki. Karena sekali lagi Tuhan menciptakan manusia segambar dengan rupa Tuhan.

 

 

Jujur saja, kita sering menganggap bahwa dosa enak itu adalah tujuan hidup kita dan kebebasan kita yang sejati. Padahal sesungguhnya kita telah dibutakan oleh dosa dan kita malah diperbudak dan bahkan ditindas oleh dosa meskipun oleh dosa yang enak sekalipun.

 

 

Pada saat semua manusia bebas mengikuti segala hawa nafsu dan emosinya, maka bersiap-siaplah kehidupan semua manusia itu akan menjadi neraka jahanam.

 

 

Ternyata benar apa yang dikatakan oleh pepatah bijak dari nenek moyang kita yang berkata : “kuasailah dan kendalikanlah segala hawa nafsu dan emosimu, maka hidupmu akan tenteram dan bahagia”.

 

 

Pada saat kita mudah mengerti kita menjadi sombong, tetapi pada saat kita susah mengerti kita menjadi minder.

 

 

Orang sombong tidak suka dan tidak menghargai terhadap kebajikan dan kebaikan yang diulang-ulangi, tetapi orang yang rendah hati tetap senang dan menghargai terhadap kebajikan dan kebaikan yang diulang-ulangi.

 

 

Orang sombong tidak suka dan tidak menghargai dengan hal-hal kecil dan sederhana, sedangkan orang yang rendah hati tetap menyukai dan menghargai hal-hal kecil dan sederhana sekalipun.

 

 

Manusia membenci kejahatan yang dilakukan oleh orang lain, tetapi dia mencintai kejahatan yang dilakukan oleh dirinya sendiri.

 

 

Penjahat sejati adalah pengacau dan suka mempermainkan orang lain, mirip seperti joker.

 

 

Penjahat sejati adalah dia sangat senang pada saat kita tersiksa dan menderita, mirip seperti psikopat.



Tulisan ku pada tahun 2018.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...