Terlalu curiga berlebihan
akan membuat orang tersebut tidak punya kepercayaan kepada siapapun bahkan
tidak percaya kepada Tuhan Maha Jujur sekalipun. Orang yang terlalu curiga
berlebihan hanya menganggap semua dunia kehidupan ini dipenuhi oleh kebohongan
belaka dan tidak ada kejujuran sama sekali. Bahkan terlalu curiga berlebihan
akan membuat orang tersebut hidupnya penuh dengan kebimbangan, selalu banyak
perubahan negatif yang tak berkesudahan, tidak percaya diri, ketakutan,
ketidakpastian, kebingungan, derita neraka ekstrim, dan bahkan menjadi orang
yang super gila kacau rusak tidak karuan. Curiga dalam perkara dan masalah
tertentu memang penting, tapi jika kecurigaan dipakai dalam semua masalah dan
perkara kehidupan bahkan dalam setiap kehidupannya itu sendiri maka rasa
kecurigaan itu akan menghancurkan total atau merusak total terhadap roh, jiwa,
dan badan orang tersebut. Saran saya simpelnya janganlah menjadi orang terlalu
curiga berlebihan, tetapi menjadi orang dengan rasa curiga secukupnya bahkan
bila perlu menggunakan kecurigaan dengan minim dalam semua masalah dan perkara
kehidupannya. Jadilah orang yang percaya diri, percaya terhadap orang lain yang
jujur, apalagi yang paling penting percaya total kepada Tuhan Maha Jujur Baik.
Mengakui dosa itu jauh lebih
mudah daripada kita berubah menjadi orang yang tidak berdosa atau
setidak-tidaknya menjadi orang yang sedikit sekali dosanya, berubah menjadi orang
yang tidak berdosa itu sangat susah sekali karena diperlukan usaha yang sangat
keras sekali dan bahkan pengorbanan yang begitu besar atas diri kita sendiri,
karena saya hingga saat ini masih sangat yakin bahwa sudah ada milyaran manusia
yang sudah hidup didunia nyata ini tapi tidak ada satu pun manusia tersebut
yang sempurna suci alias tidak memiliki dosa sama sekali selama hidupnya (100%
tidak berdosa) dihadapan Tuhan Yang Maha Sempurna Suci. Meskipun banyak manusia
yang berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan suci tapi tetap saja tidak ada
satu pun manusia yang bisa mencapai kesempurnaan yang benar dan suci, karena
pada kenyataannya hanya sedikit sekali manusia yang mendekati kesempurnaan yang
suci (90% atau 95% tidak berdosa), bahkan kebanyakan manusia itu banyak
berlumuran dosa, karena simpel saja dosa itu enak untuk dilakukan, semenjak
manusia jatuh kedalam dosa manusia mulai banyak yang berlomba-lomba mencari dan
melakukan dosa yang enak. Perlu anda ketahui, bahwa dosa tidak hanya berasal
dari tindakan nyata kita saja yang jahat, tapi bagi Tuhan manusia sudah
dianggap berdosa juga meskipun dia hanya sebatas berpikir atau berhati jahat
saja, tentu yang tahu hati dan pikiran anda hanya anda sendiri dan Tuhan saja,
bisa anda bayangkan betapa susahnya mencapai kesempurnaan yang suci dan benar
alias 100% tidak berdosa.
Setelah saya menjalani dan
meneliti kehidupan hingga berumur 34 tahun ini, saya menemukan 4 hal bentuk
kehidupan manusia yaitu diantaranya 1. kebaikan, 2. kejahatan, 3. yang biasa saja,
dan 4. yang terakhir adalah yang aneh dan unik atau berbeda dengan dasar
kebiasaan hidup lainnya. Seperti yang anda ketahui contoh hidup kebaikan yaitu
: tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berbohong, tidak berzinah, tidak iri
hati, menghormati orang tua, tidak menyiksa, dermawan, suka menolong, rendah
hati, dan lain lain. Sedangkan contoh untuk hidup kejahatan yaitu : mencuri,
membunuh, berbohong, sombong, berzinah, iri hati, durhaka, pelit, suka
menghina, suka menyiksa, curang, dan lain lain. Sedangkan contoh untuk hidup
yang biasa saja (bisa dibilang tidak jahat dan juga tidak baik juga) yaitu :
tidur, makan, mandi, berbicara yang umum atau yang biasa-biasa saja, tidak
ekstrim baik maupun tidak ekstrim jahat, berjalan kaki, olahraga yang normal,
dan lain lain. Dan yang terakhir saya susah menulisnya dalam bentuk kata-kata
tetapi salah satu bentuk kehidupan yang banyak dicari oleh manusia yaitu yang
aneh, yang unik, yang sensasi, yang baru, yang surplus, dan yang berbeda dengan
ketiga bentuk kehidupan yang telah saya bicarakan tadi yaitu hidup yang baik,
hidup yang jahat, dan hidup yang biasa saja. Contoh hidup yang aneh, unik,
baru, sensasi, dan surplus tersebut memang tidak bisa saya tulis dengan
kata-kata atau sukar sekali untuk diungkapkan atau diucapkan, namun meskipun
begitu kehidupan tersebut masih dapat saya rasakan dan saya raba walaupun sulit
sekali untuk dimengerti atau dipahami.
Meskipun saya sudah membaca
beberapa buku dan mengetahui ada buku-buku kebenaran dan kebaikan seperti
buku-buku filsafat, buku-buku pengetahuan, dan buku kitab suci seperti Alkitab,
Alquran, Tripitaka, Wedha, dan lain-lain, meskipun saya mengetahui bahwa ada
ribuan buku dan bahkan jutaan buku yang membahas tentang kebenaran,
pengetahuan, dan kebaikan tersebut; tetapi saya dapat mengambil intisari atau
kesimpulan yang sangat simpel dalam kehidupan ini yaitu “LAKUKANLAH YANG BAIK
DAN BENAR”, itu saja udah titik.
Apabila manusia semakin dekat
dengan Tuhan, maka dia akan semakin menemukan jati diri otentiknya, karena manusia
diciptakan segambar dengan rupa Tuhan.
Apabila manusia berhasil
mencapai sempurna suci, maka semua kehendak pribadinya adalah sama dengan
kehendak Tuhan Yang Maha Suci.
Tuhan Yesus berkata : “Aku
datang kepadamu untuk membebaskanmu dari segala perbudakan dosa”. Bahkan dosa
yang enak dan bahkan dosa yang tidak ada hukumannya sekalipun bukanlah
kemerdekaan atau kebebasan yang sejati, tetapi melainkan perbudakan dan bahkan
penindasan terhadap dirinya sendiri.
Pada saat manusia jatuh ke
dalam dosa, maka manusia itu
mengkhianati dirinya sendiri, karena manusia diciptakan segambar dengan rupa
Tuhan.
Apabila manusia semakin jauh
dari Tuhan, maka manusia semakin mengkhianati dirinya sendiri, karena manusia
diciptakan segambar dengan rupa Tuhan.
Mujizat, nubuat, dan
penglihatan akan Tuhan itu memang penting, akan tetapi ada yang jauh lebih
penting daripada itu yaitu hendaknya kita mengenal Tuhan secara pribadi dan
dari hati ke hati berdasarkan kitab suci dan hati nurani kita.
Hukuman yang adil adalah
memberikan hukuman yang setimpal, sedangkan hukuman yang kejam adalah
memberikan hukuman yang seberat-beratnya.
Jika Tuhan berkata “jangan
mencuri dan jangan membunuh” karena itu adalah tulisan milik Tuhan, dan engkau
menusia juga berkata “jangan mencuri dan jangan membunuh” dan engkau anggap
tulisan itu milik dirimu sendiri, maka bukan berarti engkau plagiat, tetapi apa
yang Tuhan miliki juga manusia suci itu miliki. Karena sekali lagi Tuhan
menciptakan manusia segambar dengan rupa Tuhan.
Jujur saja, kita sering
menganggap bahwa dosa enak itu adalah tujuan hidup kita dan kebebasan kita yang
sejati. Padahal sesungguhnya kita telah dibutakan oleh dosa dan kita malah
diperbudak dan bahkan ditindas oleh dosa meskipun oleh dosa yang enak
sekalipun.
Pada saat semua manusia bebas
mengikuti segala hawa nafsu dan emosinya, maka bersiap-siaplah kehidupan semua
manusia itu akan menjadi neraka jahanam.
Ternyata benar apa yang
dikatakan oleh pepatah bijak dari nenek moyang kita yang berkata : “kuasailah
dan kendalikanlah segala hawa nafsu dan emosimu, maka hidupmu akan tenteram dan
bahagia”.
Pada saat kita mudah mengerti
kita menjadi sombong, tetapi pada saat kita susah mengerti kita menjadi minder.
Orang sombong tidak suka dan
tidak menghargai terhadap kebajikan dan kebaikan yang diulang-ulangi, tetapi
orang yang rendah hati tetap senang dan menghargai terhadap kebajikan dan
kebaikan yang diulang-ulangi.
Orang sombong tidak suka dan
tidak menghargai dengan hal-hal kecil dan sederhana, sedangkan orang yang
rendah hati tetap menyukai dan menghargai hal-hal kecil dan sederhana
sekalipun.
Manusia membenci kejahatan
yang dilakukan oleh orang lain, tetapi dia mencintai kejahatan yang dilakukan
oleh dirinya sendiri.
Penjahat sejati adalah
pengacau dan suka mempermainkan orang lain, mirip seperti joker.
Penjahat sejati adalah dia
sangat senang pada saat kita tersiksa dan menderita, mirip seperti psikopat.
Tulisan ku pada tahun 2018.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar