Kamis, 23 Maret 2023

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-ENAM BELAS

 

Apabila kamu sudah mencapai sempurna suci, maka ketika kamu patuh kepada dirimu sendiri maka kamu juga patuh kepada perintah Tuhan.

 

 

Tidak ada ultimate siksaaan tak terhingga sampai selama-lamanya, begitu juga tidak ada ultimate bahagia tak terhingga sampai selama-lamanya. Semuanya itu ternyata tetap ada batasnya.

 

 

Pada saat orang lain bahagia kita juga ikut bahagia, maka kita meyatu hidup dengannya.

 

 

Setelah manusia jatuh kedalam dosa, manusia cenderung menyukai dosa terutama dosa yang enak.

 

 

Manusia yang pandai bersilat lidah adalah manusia pintar yang jahat, sedangkan manusia yang bodoh dalam berkata-kata adalah manusia yang lugu polos yang tulus baik.

 

 

Kita sering menuntut keadilan kepada orang lain, tapi kita sering meminta orang lain selalu berbuat kasih kepada kita. Makanya manusia itu sering menyukai dosa yang enak alias maunya yang enak sendiri.

 

 

Ada saatnya Tuhan berbuat kasih, dan nada saatnya Tuhan berbuat adil, karena segala sesuatu ada saatnya yang tepat bagi Tuhan.

 

 

Jangan hanya menghargai hal-hal yang besar saja, tetapi hargailah hal-hal yang kecil juga, karena itulah engkau akan menghargai segala kehidupan ini yang positif.

 

 

Jika orang tidak bisa mengasihi dirinya sendiri bagaimana mungkin ia dapat mengasihi orang lain, karena orang yang tidak dapat mengasihi diri sendiri maka dia akan menyukai segala macam kejahatan termasuk bunuh diri. Maka benar lah apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus yaitu “kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri”. Dan perlu di ingat bahwa mengasihi diri sendiri dengan mementingkan diri sendiri adalah sangat berbeda sekali.

 

 

TUHAN ITU KASIH DAN JUGA TUHAN ITU ADIL.

 

 

Yang paling sulit itu bukan menasehati orang lain, tetapi menasehati diri sendiri.

 

 

Uang oooohhhhh uang…… di satu sisi engkau enak tapi di sisi lain engkau kejam kepada banyak orang.

 

 

Sebelum engaku kasihan sama orang lain, tapi terlebih dahulu kasihanilah kepada dirimu sendiri.

 

 

Kita membutuhkan Tuhan dalam banyak hal, yaitu memberikan kekayaan, kepintaran, kekuatan, dan kekuasaan kepada kita. Tapi hanya satu hal yang paling Tuhan butuhkan terhadap kita yaitu cinta kasih kita yang tulus kepada Tuhan. Amin.

 

 

Sejujurnya, MONEY IS POWER, MONEY IS EVERYTHING, EVEN MONEY IS GOD, hidup fakta menunjukkan kelihatannya benar tapi gimana yach…..?????

 

 

Manusia pertama yang bernama adam dan hawa saja ingin menjadi tuhan (dosa besar) dengan cara memakan buah terlarang. Dan apakah diri kita semua yang merupakan keturunan adam dan hawa juga ingin menjadi tuhan dengan menghalalkan segala cara????? Jangan sampai yach……

 

 

Tujuan ambisi setan dan manusia yang ingin menjadi tuhan ternyata simpel sekali, yaitu bisa bebas melakukan kejahatan apa saja diseluruh dunia ini. Hiiiiii serem, sadis, dan ngeri banget yaaaaaa…….

 

 

Hukum bukan untuk pemerintah yang berkuasa dan juga bukan untuk rakyat, tetapi hukum untuk orang yang benar.

 

 

Semakin tinggi kedudukan dan pengaruh seseorang ditengah masyarakat, maka semakin tinggi pula godaan dosa dan hukuman bagi dirinya.

 

 

Ternyata debat diantara sesama kalangan elit ternyata intinya tidak jauh berbeda dengan debat di antara sesama anak kecil.

 

 

Maunya manusia jahat itu yaitu, meskipun ia telah melakukan kejahatan tapi tetap saja ia tidak mau dihukum, dan bahkan meskipun ia sering melakukan kejahatan tapi kelak di akhirat ia bisa masuk ke surga. Kesimpulannya manusia jahat itu mau enaknya sendiri.

 

 

Segala sesuatu keputusan, perintah, prinsip, pandangan, perbuatan, tindakan, dan bahkan pikiran kita pasti ada resikonya.

 

 

Kita sudah berbuat baik dan benar, tapi ada aja orang lain yang menilai perbuatan kita itu salah dan jahat. Kalau fakta memang seperti demikian, apakah kebaikan dan kebenaran itu relatif atau tidak absolut??? Tergantung dari setiap pendapat dan penilaian manusia yang berbeda-beda.

 

 

Jaman dulu dengan jaman sekarang secara iptek memang sangat jauh berbeda, tapi jaman dulu dengan jaman sekarang pada hakekatnya sama saja.

 

 

Intropeksi itu memang penting sekali, tetapi jika intropeksi dilakukan secara berlebihan maka akan membuat diri kita bisa bunuh diri.



Tulisan ku pada tahun 2019.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...