Apabila kamu sudah mencapai
sempurna suci, maka ketika kamu patuh kepada dirimu sendiri maka kamu juga
patuh kepada perintah Tuhan.
Tidak ada ultimate siksaaan
tak terhingga sampai selama-lamanya, begitu juga tidak ada ultimate bahagia tak
terhingga sampai selama-lamanya. Semuanya itu ternyata tetap ada batasnya.
Pada saat orang lain bahagia
kita juga ikut bahagia, maka kita meyatu hidup dengannya.
Setelah manusia jatuh kedalam
dosa, manusia cenderung menyukai dosa terutama dosa yang enak.
Manusia yang pandai bersilat
lidah adalah manusia pintar yang jahat, sedangkan manusia yang bodoh dalam
berkata-kata adalah manusia yang lugu polos yang tulus baik.
Kita sering menuntut keadilan
kepada orang lain, tapi kita sering meminta orang lain selalu berbuat kasih
kepada kita. Makanya manusia itu sering menyukai dosa yang enak alias maunya
yang enak sendiri.
Ada saatnya Tuhan berbuat
kasih, dan nada saatnya Tuhan berbuat adil, karena segala sesuatu ada saatnya
yang tepat bagi Tuhan.
Jangan hanya menghargai
hal-hal yang besar saja, tetapi hargailah hal-hal yang kecil juga, karena
itulah engkau akan menghargai segala kehidupan ini yang positif.
Jika orang tidak bisa
mengasihi dirinya sendiri bagaimana mungkin ia dapat mengasihi orang lain,
karena orang yang tidak dapat mengasihi diri sendiri maka dia akan menyukai
segala macam kejahatan termasuk bunuh diri. Maka benar lah apa yang dikatakan
oleh Tuhan Yesus yaitu “kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu
sendiri”. Dan perlu di ingat bahwa mengasihi diri sendiri dengan mementingkan
diri sendiri adalah sangat berbeda sekali.
TUHAN ITU KASIH DAN JUGA
TUHAN ITU ADIL.
Yang paling sulit itu bukan
menasehati orang lain, tetapi menasehati diri sendiri.
Uang oooohhhhh uang…… di satu
sisi engkau enak tapi di sisi lain engkau kejam kepada banyak orang.
Sebelum engaku kasihan sama
orang lain, tapi terlebih dahulu kasihanilah kepada dirimu sendiri.
Kita membutuhkan Tuhan dalam
banyak hal, yaitu memberikan kekayaan, kepintaran, kekuatan, dan kekuasaan
kepada kita. Tapi hanya satu hal yang paling Tuhan butuhkan terhadap kita yaitu
cinta kasih kita yang tulus kepada Tuhan. Amin.
Sejujurnya, MONEY IS POWER,
MONEY IS EVERYTHING, EVEN MONEY IS GOD, hidup fakta menunjukkan kelihatannya
benar tapi gimana yach…..?????
Manusia pertama yang bernama
adam dan hawa saja ingin menjadi tuhan (dosa besar) dengan cara memakan buah
terlarang. Dan apakah diri kita semua yang merupakan keturunan adam dan hawa
juga ingin menjadi tuhan dengan menghalalkan segala cara????? Jangan sampai
yach……
Tujuan ambisi setan dan
manusia yang ingin menjadi tuhan ternyata simpel sekali, yaitu bisa bebas
melakukan kejahatan apa saja diseluruh dunia ini. Hiiiiii serem, sadis, dan
ngeri banget yaaaaaa…….
Hukum bukan untuk pemerintah
yang berkuasa dan juga bukan untuk rakyat, tetapi hukum untuk orang yang benar.
Semakin tinggi kedudukan dan
pengaruh seseorang ditengah masyarakat, maka semakin tinggi pula godaan dosa
dan hukuman bagi dirinya.
Ternyata debat diantara
sesama kalangan elit ternyata intinya tidak jauh berbeda dengan debat di antara
sesama anak kecil.
Maunya manusia jahat itu
yaitu, meskipun ia telah melakukan kejahatan tapi tetap saja ia tidak mau
dihukum, dan bahkan meskipun ia sering melakukan kejahatan tapi kelak di
akhirat ia bisa masuk ke surga. Kesimpulannya manusia jahat itu mau enaknya
sendiri.
Segala sesuatu keputusan,
perintah, prinsip, pandangan, perbuatan, tindakan, dan bahkan pikiran kita
pasti ada resikonya.
Kita sudah berbuat baik dan
benar, tapi ada aja orang lain yang menilai perbuatan kita itu salah dan jahat.
Kalau fakta memang seperti demikian, apakah kebaikan dan kebenaran itu relatif
atau tidak absolut??? Tergantung dari setiap pendapat dan penilaian manusia
yang berbeda-beda.
Jaman dulu dengan jaman
sekarang secara iptek memang sangat jauh berbeda, tapi jaman dulu dengan jaman
sekarang pada hakekatnya sama saja.
Intropeksi itu memang penting
sekali, tetapi jika intropeksi dilakukan secara berlebihan maka akan membuat
diri kita bisa bunuh diri.
Tulisan ku pada tahun 2019.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar