Konflik itu justru sering
terjadi di antara orang-orang terdekat kita atau orang-orang yang sering kita
ajak komunikasi.
Orang yang pintar sombong
tidak suka dan bahkan buta ama kebenaran simpel goblok. Dan orang pintar
sombong suka mencari kebenaran berbobot tinggi yang padahal ribet, rumit, dan
bahkan berputar-putar gak karuan.
Kita maunya dikasihi oleh
orang lain, tapi kita tidak mau mengasihi orang lain. Dan kita maunya dilayani
oleh orang lain, tapi kita tidak mau melayani orang lain. Dan kita maunya
diampuni oleh orang lain, tapi kita tidak mau mengampuni orang lain. Dengan
kata lain kita egois mau enaknya sendiri.
Sebenarnya hakekat kebenaran
itu sudah ada, simpel, dan bahkan sudah berakhir dari dahulu kala. Akan tetapi
karena kepintaran sombong kita yang selalu tidak puas dan terus mencari dan
mengejar hakekat kebenaran yang tidak ada habis-habisnya, maka jadilah hakekat
kebenaran itu menjadi semakin ribet dan rumit karena buatan kita.
Tujuan penjahat sejati adalah
mengacaukan fakta kebenaran dan membuat fakta kebenaran itu begitu ribet dan
rumit, sehingga kita menjadi bingung dan tidak tahu siapa yang salah dan siapa
yang benar.
Ada dua pandangan yang
ekstrim berlawanan tentang segala macam masalah di kehidupan ini, tapi biasanya
Tuhan menggunakan kebenaran pandangan di tengah-tengah diantara dua kutub
pandangan yang ekstrim berseberangan tersebut.
Ketika segala sesuatu hidup
itu menjadi sangat ribet dan rumit, maka hanya Tuhan Yang Maha Pintar Sejati
sajalah yang bisa memberikan keputusan yang benar-benar baik dan adil.
Manusia itu jauh lebih banyak
berpikir jahat daripada bertindak jahat, karena simpel aja, orang lain tidak
tahu apa yang sedang kita pikirkan.
Yang paling di inginkan oleh
semua manusia adalah hidup kaya bahagia di dunia ini dan hidup penuh bahagia selama-lamanya
di surga. Sedangkan yang paling di benci oleh semua manusia adalah hidup miskin
menderita di dunia ini dan hidup penuh derita selama-lamanya di neraka. Simpel
bukan…….
Terima kasih banyak ya Tuhan,
ternyata Engkau masih sangat mengasihi aku dan kita semua.
Meskipun kita sudah mencari
kebenaran dengan membaca 1000 buku yang tebal-tebal, tapi pada hakekatnya
kebenaran itu sangat simpel dan sangat ringkas yaitu : “MELAKUKAN YANG BAIK DAN
BENAR”, udah itu saja.
Suara pemerintah yang berkuasa
belum tentu selalu benar, dan bahkan suara rakyat juga belum tentu selalu
benar, sedangkan hanya suara Tuhan saja lah yang selalu benar.
Pada saat kita lemah, kita
menunjukkan wajah yang palsu. Sedangkan pada saat kita menjadi kuat, justru
kita menunjukkan wajah yang asli.
Setelah manusia jatuh ke
dalam dosa, ternyata hawa nafsu dosa manusia itu tidak terbatas atau tidak
terhingga yang berakibat manusia tidak pernah puas. Seperti manusia ingin
memburu yang lebih kuat lagi ……….. lebih kuat lagi ……… lebih kuat lagi ……. dan
seterusnya; dan manusia ingin memburu
yang lebih kaya lagi ……… lebih kaya lagi …………. Lebih kaya lagi ………. Dan
seterusnya; dan manusia ingin memburu yang lebih pintar lagi ………. Lebih pintar
lagi ………. Lebih pintar lagi ………….. dan seterusnya; dan lain-lain. Sehingga hawa
nafsu dosa manusia yang tidak berkesudahan dan tidak pernah terpuaskan membuat
manusia tidak bersyukur, jatuh dalam kesombongan yang setinggi langit, dan
serakah yang tidak ada habis-habisnya. Akan tetapi Tuhan justru puas akan
dirinya sendiri dan tetap rendah hati meskipun Dia sempurna atas segala
sesuatu.
Kalo di depan orang kita
seringkali menggunakan wajah palsu, sedangkan kalo dibelakang orang kita
seringkali menggunakan wajah asli. Makanya benar apa yang dikatakan oleh
beberapa orang bahwa hidup ini adalah sandiwara.
Jumlah jenis perbuatan dalam
hidup ini ternyata pada hakekatnya sangat terbatas sekali. Dan ternyata hanya
ada 3 jenis perbuatan dalam hakekat hidup ini yaitu : perbuatan baik, perbuatan
jahat, dan perbuatan yang biasa-biasa saja.
Jutaan yang berkhayal dengan
satu orang yang berkhayal, inti hasilnya sama saja yaitu sama-sama khayalan
mimpi utopia.
Jutaan orang dan bahkan
milyaran orang percaya pada banyak kebohongan yang sama, sedangkan satu orang
percaya kepada kebohongan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Inti simpel nya
baik satu orang maupun jutaan orang sama-sama percaya kepada kebohongan yang
salah besar.
Sial aku di tipu oleh orang
lain, tapi lebih sial lagi aku di tipu oleh diriku sendiri.
Apa yang dia lakukan kepada
orang lain, juga sama saja apa yang dia lakukan kepada diriku sendiri. Simpel
tapi penting sekali dalam hidup ini.
Bukan sesuatu yang baru itu
yang penting, melainkan sesuatu yang benar itu yang jauh lebih penting.
Sesuatu yang baru tapi banyak
salah akan tampak sangat suram gelap, sedangkan sesuatu yang lama tapi banyak
benar akan kelihatan begitu sukacita terang.
Semenjak manusia jatuh ke
dalam dosa, maka banyak manusia sering memiliki prinsip yang sangat egois, yaitu
aku boleh banyak berbuat jahat kepada orang lain, tapi orang lain sama sekali
tidak boleh berbuat jahat kepada diriku.
Didalam segala sesuatu hidup
ini, ternyata ada yang simpel atau sederhana dan ada yang ribet atau rumit.
Hehehehehe…… ternyata banyak
juga orang yang jago ngaco, jago bosan, dan jago sensasi dalam pergaulan hidup
ini.
Tulisan ku pada tahun 2019.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar