Kamis, 23 Maret 2023

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TUJUH BELAS

 

Konflik itu justru sering terjadi di antara orang-orang terdekat kita atau orang-orang yang sering kita ajak komunikasi.

 

 

Orang yang pintar sombong tidak suka dan bahkan buta ama kebenaran simpel goblok. Dan orang pintar sombong suka mencari kebenaran berbobot tinggi yang padahal ribet, rumit, dan bahkan berputar-putar gak karuan.

 

 

Kita maunya dikasihi oleh orang lain, tapi kita tidak mau mengasihi orang lain. Dan kita maunya dilayani oleh orang lain, tapi kita tidak mau melayani orang lain. Dan kita maunya diampuni oleh orang lain, tapi kita tidak mau mengampuni orang lain. Dengan kata lain kita egois mau enaknya sendiri.

 

 

Sebenarnya hakekat kebenaran itu sudah ada, simpel, dan bahkan sudah berakhir dari dahulu kala. Akan tetapi karena kepintaran sombong kita yang selalu tidak puas dan terus mencari dan mengejar hakekat kebenaran yang tidak ada habis-habisnya, maka jadilah hakekat kebenaran itu menjadi semakin ribet dan rumit karena buatan kita.

 

 

Tujuan penjahat sejati adalah mengacaukan fakta kebenaran dan membuat fakta kebenaran itu begitu ribet dan rumit, sehingga kita menjadi bingung dan tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar.

 

 

Ada dua pandangan yang ekstrim berlawanan tentang segala macam masalah di kehidupan ini, tapi biasanya Tuhan menggunakan kebenaran pandangan di tengah-tengah diantara dua kutub pandangan yang ekstrim berseberangan tersebut.

 

 

Ketika segala sesuatu hidup itu menjadi sangat ribet dan rumit, maka hanya Tuhan Yang Maha Pintar Sejati sajalah yang bisa memberikan keputusan yang benar-benar baik dan adil.

 

 

Manusia itu jauh lebih banyak berpikir jahat daripada bertindak jahat, karena simpel aja, orang lain tidak tahu apa yang sedang kita pikirkan.

 

 

Yang paling di inginkan oleh semua manusia adalah hidup kaya bahagia di dunia ini dan hidup penuh bahagia selama-lamanya di surga. Sedangkan yang paling di benci oleh semua manusia adalah hidup miskin menderita di dunia ini dan hidup penuh derita selama-lamanya di neraka. Simpel bukan…….

 

 

Terima kasih banyak ya Tuhan, ternyata Engkau masih sangat mengasihi aku dan kita semua.

 

 

Meskipun kita sudah mencari kebenaran dengan membaca 1000 buku yang tebal-tebal, tapi pada hakekatnya kebenaran itu sangat simpel dan sangat ringkas yaitu : “MELAKUKAN YANG BAIK DAN BENAR”, udah itu saja.

 

 

Suara pemerintah yang berkuasa belum tentu selalu benar, dan bahkan suara rakyat juga belum tentu selalu benar, sedangkan hanya suara Tuhan saja lah yang selalu benar.

 

 

Pada saat kita lemah, kita menunjukkan wajah yang palsu. Sedangkan pada saat kita menjadi kuat, justru kita menunjukkan wajah yang asli.

 

 

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, ternyata hawa nafsu dosa manusia itu tidak terbatas atau tidak terhingga yang berakibat manusia tidak pernah puas. Seperti manusia ingin memburu yang lebih kuat lagi ……….. lebih kuat lagi ……… lebih kuat lagi ……. dan seterusnya; dan manusia  ingin memburu yang lebih kaya lagi ……… lebih kaya lagi …………. Lebih kaya lagi ………. Dan seterusnya; dan manusia ingin memburu yang lebih pintar lagi ………. Lebih pintar lagi ………. Lebih pintar lagi ………….. dan seterusnya; dan lain-lain. Sehingga hawa nafsu dosa manusia yang tidak berkesudahan dan tidak pernah terpuaskan membuat manusia tidak bersyukur, jatuh dalam kesombongan yang setinggi langit, dan serakah yang tidak ada habis-habisnya. Akan tetapi Tuhan justru puas akan dirinya sendiri dan tetap rendah hati meskipun Dia sempurna atas segala sesuatu.

 

 

Kalo di depan orang kita seringkali menggunakan wajah palsu, sedangkan kalo dibelakang orang kita seringkali menggunakan wajah asli. Makanya benar apa yang dikatakan oleh beberapa orang bahwa hidup ini adalah sandiwara.

 

 

Jumlah jenis perbuatan dalam hidup ini ternyata pada hakekatnya sangat terbatas sekali. Dan ternyata hanya ada 3 jenis perbuatan dalam hakekat hidup ini yaitu : perbuatan baik, perbuatan jahat, dan perbuatan yang biasa-biasa saja.

 

 

Jutaan yang berkhayal dengan satu orang yang berkhayal, inti hasilnya sama saja yaitu sama-sama khayalan mimpi utopia.

 

 

Jutaan orang dan bahkan milyaran orang percaya pada banyak kebohongan yang sama, sedangkan satu orang percaya kepada kebohongan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Inti simpel nya baik satu orang maupun jutaan orang sama-sama percaya kepada kebohongan yang salah besar.

 

 

Sial aku di tipu oleh orang lain, tapi lebih sial lagi aku di tipu oleh diriku sendiri.

 

 

Apa yang dia lakukan kepada orang lain, juga sama saja apa yang dia lakukan kepada diriku sendiri. Simpel tapi penting sekali dalam hidup ini.

 

 

Bukan sesuatu yang baru itu yang penting, melainkan sesuatu yang benar itu yang jauh lebih penting.

 

 

Sesuatu yang baru tapi banyak salah akan tampak sangat suram gelap, sedangkan sesuatu yang lama tapi banyak benar akan kelihatan begitu sukacita terang.

 

 

Semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, maka banyak manusia sering memiliki prinsip yang sangat egois, yaitu aku boleh banyak berbuat jahat kepada orang lain, tapi orang lain sama sekali tidak boleh berbuat jahat kepada diriku.

 

 

Didalam segala sesuatu hidup ini, ternyata ada yang simpel atau sederhana dan ada yang ribet atau rumit.

 

 

Hehehehehe…… ternyata banyak juga orang yang jago ngaco, jago bosan, dan jago sensasi dalam pergaulan hidup ini.



Tulisan ku pada tahun 2019.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...