Jumat, 17 Maret 2023

AKU

 

Aku adalah aku

Membedah dada keronta

Meski aku buram gelombang

Siapa daku ini sebenarnya

 

Menyerap malam berbagai dalang

Membungkuk Lorong lingkaran misteri

Tak berbuah ungkapan hati cemerlang

Berdiri simpang siur tak berteman

 

Semenjak dibawah kungkungan

Hukuman diri jiwa tolol

Tergugah derap langkah maju

Meranggeh sisa tubuh terhampar dialas

 

Bunuh diri berkabut dosa

Sudah mati kesekian kali

Ketimpa luka merintih kepelamunan duka

Mengembara tak disapa karena alpa bertanya

 

Pohon dilembahku tumbang

Disayat gergaji gerigi tajam tak puasnya

Pabrik asap kental menjulang megah

Menjalar aib polusi jiwa malu meronta

Muara sungai bendung digubah rawa limbah

Mohon bersihkan dengan tangan nurani surgawi

Agar jantung hati dapat berdegup lagi

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...