Angin berhilir mengharumkan aroma badani
Tunggu lama mengorbankan waktu
Tak tahu pasti dimana letak kedatangan
Membesarkan jiwa gelora segara
Menantang prahara kecemasan laga
Medan direngkuh otot perjuangan
Kencangkan urat nadi semangat baja
Hembus nafas mengisi hampa sia-sia
Sudah waktu terik mentari terbit diatas kepala
Kiblat laut malam dermawan
Meniupkan angin melayari daratan sesak bertandus
Kipas pengharapan berkibas
Menerpa kibaran bendera wajah impian
Jangan berhenti tangan keras
Menggoyangkan bentangan kipas kain senda
Biar tak terhenti angin mengalir
Merasuk naluri inspirasi kemerdekaan mimpi kita
terbekahi
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar