Jumat, 17 Maret 2023

PASSION OF THE CHRIST

 

Begitu berat beban dipikul

Jiwa retak siap jadi korban

Meski dosa setitik pun tidak membekas di jiwa

Sungguh riskan tersiksa tangan rendahan

Nada cemoohan menggurat bathin

Menerima hukuman semu dari bersalah

Dikau suci menerima hinaan

Bagaimana bisa anak segala kuasa

Mau merendahkan diri kepada bawahan ciptaannya

Menyiapkan hati menguat melampaui tingginya langit

Menatap burung dara terbang rintihan duka

Cambuk rotan berganti duri mencabik daging

Setiap tebasan membekas luka dalam

Terngiang suara menghentak jiwa lirih

Berlinang darah membasahi hamparan luas dosa

Mengucur air mata sudah tak terhitung jumlahnya

Menangisi kita yang tega meninggalkan Dia

Tiada memikirkan ia saat untuk lari

Yang dipikirkan adalah keselamatan kita

Menjelang akhir penghujung hidup

Air tuba ditengguk pemahit iman dahaga

Namun kemanisanlah yang dikeluarkan

Memanggul berat pikul salib

Ditahun bahu keteguhan iman

Terseret gaya tarik buas

Rebah diri tiga kali betapa letih menghujam

Membasuh muka banjir darah

Disekap kain putih kilau mempelai wanita

Setetes minum berharga menapak sejengkal tanah

Menggantung diri perawakan batang salib

Simbol pengkhianat keputusan hukum setimpal

Tubuh merentang tiga sudut terpaku mega

Bentak jasa tanda penyerahan tiba

Atas namamu Bapa anakmu kuberserah

Terwujudlah kejayaanmu yang murah dan rendah hati

Yang bernilai tak tertandingi

Iblis mengamuk sejadi-jadinya

Suaranya bergemuruh merusak ciptaan diri

Meratap abadi rintih menari

Diatas arang merah penyiksa dusta

Tiga hari dua malam tidur tenang

Minggu fajar bangun menyingsing kemenangan

Bagi yang benar gembira

Bagi yang dusta menertawakan yang berakhir mati nanti

Jatuhnya tangan Tuhan mengetuk keputusan

Hari tak pasti meramal

Karena datangnya bak pencuri malam

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...