Berubah saatnya digubah
Tak dapat diperkirakan hitung jari
Akal tiada berkata menghapus keburaman
Musim pancaroba tiba tak disangka
Angin kebebasan belahan dunia lain
Berhembus kencang menyehatkan paru bumi
Penghuni melepaskan belenggu nafas
Lega berkumandang ria sampai pelosok negeri
Sorak sorai tanpa ragu
Menerima tangan terbuka biar dipeluk
Tembok pemisah antar saudara runtuh
Seiring lonceng kemerdekaan berbunyi kumandang jauh
Simbol patung gagah naga tirani
Hancur oleh penindasannya jutaan membara
Menahak-nahak sedu memanggil perubahan
Sekembali ke pangkuan ibu pertiwi
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar