Sabtu, 18 Maret 2023

PANGGILAN


Terenyak aku ada memanggil namaku

Alihkan muka pusatkan fokus

Dari mana gerangan asal mula suara

Memeranjat keluwesan sandar nyamanku

Melepaskan beban kegusaran

Yang tak berguna harus diramu redam

Jantung hati berdetak keras

Disambar gema tatkala memalingkan mata

Nadanya menebarkan aroma mistis semerbak

Heran tiada saksi tanpa pelaku

Samar mengeluarkan desisan tersebut

Atau hanya perasaan kejutku saja

Tidak! Bunyi itu masih bergaung tak beranjak

Ditempat ini kian ramah dengan pendengaran

Telinga kasat kupakai tapi tak menghasilkan kepuasan

Kalau hati dimajukan depan

Mulai terlihat wujud makna suara syahdu

Naluri nuraniku menerjemahkan siapa dan apa

Berharap bukan penyesat pembawa maut sedih

Sebaliknya kabar bisikan gembira

Merawat kenyamanan hening begitu tenang

Datang suara itu menghanyutkan air jernih

Menghindar gemericik pengrusak kelembutan aliran melodi murni

Oh inikah panggilan kudusmu

Aku baru mengerti atas termangu

Maafkan keterlambatan sapaan sambutanku

Terlalu mengkuraskan akal budi bertajuk duniawi

Dan genderang emosi yang sesungguhnya tak berarti apa-apa kandungan

Dalam jiwa memberangkak pada yang suci

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...