Diam ini sendiri kubawa bisu
Kemana perantauan membuang rancu
Lempar jauh bayang pening
Ini otak harus di ibakan
Lamunanku memandang tangkap kornea
Bukan fiksi belaka
Kecut rasa budi pekerti tanggapi
Lihat begitu lemah pelan pasti disana
Tanahku tersungkur membelah mata jelas
Nyamannya kesampaian membekap
Mengisi kepulasan pengatup nyenyak
Sekujur tubuh meriang padam
Merinding lembap malam
Penusuk peraba inderawi kulit
Kegelapan atas langit itu
Bintang sembunyi malu
Menelanjang awan pesona pijar
Hanya satu memberanikan diri
Memancar setitik celah jarum
Kejauhan jangkau bumi berada
Namun tandakan secercah juang
Membiarkan hidup injak tenang, tuntun daku
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar