Sabtu, 18 Maret 2023

IDIOT MALANG

 

Orang memandang dia murah

Tak bernilai dipergumulan

Anggap penghambat kemajuan lingkungan pergaulan

Peradaban berhenti jika macam ia nongol didalamnya

Memang tindak gerak kurang santun

Namun ada yang terselip kelebihan pada belakang

Cinta, kejujuran, lugu terhadap sesama termiliki

Tak kuasa terima keterkucilan

Dari yang normal tapi jauh moral

 

Mereka tertawa seraya pecundang kegelapan

Marah membahana berdesis ejekan

Korban mendengar usap tangis

Ingin kobarkan obor dendam

Yang selama masa mendekam

Tak tega semburkan membisa

Sikerabat tukang leceh, lidah berambisi dipenggal

 

Tetap percaya mandiri busung kepala

Aku tak rendah dari mereka

Duduk ujung depan seminar belajar

Meskipun kosong peneman sisi

Seakan tutup telinga yang buka

Bagi celoteh tawa tak punya jiwa rasa

Tak bergema sejengkal bekas siput gendang

Kebanyakan tak tahu apa terselubung dalam dia

Meski sendiri jauh didera sahabat sekitar

Tapi masih ada harga untuk mengerti

Mendamping yang terbuang tak seberapa

Namun jiwa berakreditasi A oleh kepolosan

 

Bukan mayoritas normal ia belajar kepandaian mereka bergelar sombong

Mereka tetap bergeming tak sadar sendiri

Telah menirunya arti hikmat bekap insan dibalik dungu ini

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...