Kebebasan yang
digembar-gemborkan oleh orang banyak tidaklah cerminan suatu kebebasan manusia
banyak, baik awam maupun intelektual menuju kehidupan bahagia dan sejahtera.
Kebebasan yang sebebas-bebasnya justru akan menjerumuskan manusia itu sendiri
ke dalam keterpurukan, dimana kebebasan penuh tidaklah hanya melahirkan anarki
semata namun juga membangkitkan semangat tirani dan kediktatoran. Hal tirani
dan kediktatoran salah satu yang paing dikenal ialah seseorang / sekelompok
yang berkehendak dengan bertindak semaunya tanpa memedulikan hak dan
kepentingan orang lain “yang penting kan kepentinganku dulu” ini dapat berawal
dari dua hal yakni sifat ego dan harga diri yang terlampau tinggi yang tertanam
pada diri seseorang bahkan salah satu negatifnya itu juga dimiliki setiap
manusia tergantung seberapa besar kadarnya, dan bisa juga kebebasan berlebihan
yang hukumnya sudah lemah yang hanya ada ialah peraturan “yang terkuat maka
dialah yang menang”.
Tidak usahlah
terlampau ke tingkat tinggi, coba jika hal ini dihayati oleh diriku sendiri
pada kehidupan sehari-hariku maka masa kenikmatan memang kurasakan, selanjutnya
giliran masa kepahitan datang yang terasa lebih lama.
Suatu titik
diroda tidak selalu diatas dan akan berpuar dan berhenti tergantung seberapa
kuat dan lama putaran rodanya.
Tulisan ku pada tahun 2004
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar