Menatap bersinar puntung menyala
Menghisap
sembul asap tersimpan
Angkasa
diselimuti kabut pedih mata
Menghilang
bersama hembusnya angin
Musik mengalun
dijiwaku
Di iringi
sembulan asap cengkeh
Mengalun bagai
air yang terjun
Membakar seluruh
sukmaku
Pedih – pedih
didalam dada
Tak terbayang
sampai dimana
Suara jiwa
memecah keheningan
Lahirlah
bayangan ilusi
Lukisan bengis
dihati tak habisnya
Membudak
jiwaku yang luntur
Irama dihati
menggetarkan badan
Jiwa masak
anugerah Ilahi tinggal kenangan
Tulisan ku pada tahun 2004
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar