Selasa, 14 Maret 2023

KUSIAKAN YANG DAHULU

 

Hal duniawi yang ilmiah sudah terasa dalam benakku, aku sering masuk ke ruangannya dan jarang sekali aku menoleh ke tempat asalku, mungkin inilah yang dibilang “habis manis sepah dibuang”. Asalku ditepikan, namun kebaruanku menguap tinggi sampai ke ubunku, dustalah aku padanya. Sebenarnya aku sering menjenguk dan menyaksikan asal mulaku namun kehampaanlah yang selalu aku temukan, padahal didalamnya penuh dengan ke-elokan dan keindahan sangat mendalam yang telah menyumbangkan kebahagiaan dalam diri dan hidupku, tapi sangat disayangkan aku masih tidak memilikinya. Awanpun sudah mendung dan ia mulai beranjak menjauhiku dengan tatapan pilu terhadapku, mengapa aku tidak dapat menikmati alam layaknya sahabatku sendiri semenjak kelopak mataku terbuka. Waktu dan kesadarankulah yang akan berpaling padanya.


Tulisan ku pada tahun 2004

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...