Hal duniawi
yang ilmiah sudah terasa dalam benakku, aku sering masuk ke ruangannya dan
jarang sekali aku menoleh ke tempat asalku, mungkin inilah yang dibilang “habis
manis sepah dibuang”. Asalku ditepikan, namun kebaruanku menguap tinggi sampai
ke ubunku, dustalah aku padanya. Sebenarnya aku sering menjenguk dan
menyaksikan asal mulaku namun kehampaanlah yang selalu aku temukan, padahal
didalamnya penuh dengan ke-elokan dan keindahan sangat mendalam yang telah
menyumbangkan kebahagiaan dalam diri dan hidupku, tapi sangat disayangkan aku
masih tidak memilikinya. Awanpun sudah mendung dan ia mulai beranjak menjauhiku
dengan tatapan pilu terhadapku, mengapa aku tidak dapat menikmati alam layaknya
sahabatku sendiri semenjak kelopak mataku terbuka. Waktu dan kesadarankulah
yang akan berpaling padanya.
Tulisan ku pada tahun 2004
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar