Rabu, 15 Maret 2023

GANDHI

 

Sungguh tak bercahaya saja yang keluar dari mulutmu, hatimu juga bersinar menyinari jiwa disekitar penjuru sudut dunia meski jauh letak pandang maupun waktu.

Rasukilah diriku dengan rohmu pengantar kekudusan.

Berkelana kesana kemari untuk saling berbagi kasih apa yang dimiliki dalam cintanya kepada sesama.

Sampai seseorang di nun kejauhan sana menjuluki engkau layaknya sang wakil gambaran Kristus.

Kau peluk mereka yang ditelantarkan oleh pahitnya dunia, termasuk mereka yang bercukupan harta namun miskin kekayaan jiwa seperti halnya daku kini.

Kusaksikan wajahmu yang tak seberapa cakap, tapi rohmu sejernih air bening yang memantulkan kemilauan dibawah terik cahaya matahari.

Memandang gelapnya air yang membekas hanyalah sebongkah cahaya lampu pijar yang terang benderang diantara benda lainnya.

Dindingmu kokoh tak retak diterjang liarnya gemuruh, justru kekokohanmu mampu meredam badai pencipta nestapa manusia.

Pengorbananmu mencucurkan darah, sepercik tetes darah menggenang membanjiri lautan yang terbentang luas.

Entah dengan apa kau cabut paku nyeri yang tertancap dilubuk hatimu, yang ada merekatkan gospa didadamu menjadi tameng penusuk tombak kezaliman.

Engkau suburi negerimu yang tandus dari kekolotan jiwa berlumur darah dendam.

Tak isak mataku terperanjat melihat sosokmu yang sanggup mengejewantahkan nubuat Tuhan akan ajaran kasih yang benar-benar membasahi kelangsungan hidupmu.

Datanglah gelegar petir penghangus benih-benih kebenaran.

Nyawamu tersungkur ditangan saudara kenistaan religimu sendiri yang buta mendekap rahasia dibelakang kesalehanmu.

Tergelinang air mata negerimu yang tak kuasa terbendung, membasuh jejak sepeninggal dirimu yang takkan berkesudahan dibenak jiwa negeri dan segenap dunia sentosa walau termakan terjalnya waktu.

Gibran sang sastrawan dan tokoh perdamaian sejati segenap jaman dan diriku yang biasa ini, tak sia-sia melepaskan keraguan dalam pernyataan bahwa engkau adalah manusia terbesar yang masih hidup dan roh yang hidup disegala jaman.

Dunia akan mengenang jasa pemberianmu, Tuhan akan juga mengenalimu atas keceriaannya.

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...