Berbaring nyaman diatas kasur, yang membawaku ke
tempat mimpinya tidur.
Keganjilan saat terbaring membuat gelisah dalam
lamunan penjerat kebelengguan.
Suasana alam melayukan mata, atau suasana kehidupan.
Ternyata kondisi tubuh ada kalanya penentu penghasil
pelamunan.
Terlelap dalam lamunan itu menegangkan, terlelap dalam
mimpi itu banyak mengundang kenyenyakan.
Mata berbinar melayangkan pandang sajian kamar seni
gambar yang memancarkan senyum dibalik pelupuk mata, dan terperanjat membelalak
bayangan maya karena ilusi sesatnya yang hanya muslihat belaka.
Tersungkur dialas karpet sejenak mendatangkan
kesegaran yang mengalir bersumber dari dinginnya lantai pengadaptasi alam
udara, sebelum menyatu ke asal tempat menidurkan.
Ekspresi tidur secara mendengkur pertanda kenaasan,
jikalau membisu bentuknya menandakan kemujuran, ataukah sebaliknya.
Kuharap Tuhan menidurkan aku dengan mimpi indahnya,
dan membangunkan aku penuh kebugaran dalam menginjak kehidupan yang baru.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar