Terbangun mimpi tak terkira rasanya
Seolah bangun disentuh malaikat suci
Langit nyata diluar jendela
Nampak langit anggun selaras bayang mimpi
Membasuh akal membersih segala yang jorok
Tuhan menampakkan wajahnya
Begitu transparan tak berkerudung
Himpunan awan terbuka surut menghindar
Menelanjangi angkasa membias kemolekan cakrawala
Laras hati rindu membumbung tinggi
Mentari tersenyum menghapus kemurunganku
Kangen angan tak terhampiri menemani kegalauan
Tertutup selimut tebal lapisan dosa
Burung merengkuh ozon berlangit sendu
Berkicau tiada henti
Sembari menyanyi keagungan panorama
Menari diselingi bulu sayap
Menghujam nafas segar dunia
Ikan berlari-lari merayap dasar lautan
Tak terbri dasarnya sedalam apa
Sesekali menceburkan diri diudara
Langit biru berganti kuning kemerah-merahan
Dihiasi fajar merekah
Menaungi berkas nyala lembut
Merembes pelupuk dasar jagad samudera
Jiwaku bersinar binar
Tubuh pun berangsur berubah mungil
Terseret arus hasrat rasa kangen euforia bahana
Duduk termangu ujung kapal berlayar
Menuju asal datang cahaya kehidupan
Membentang tangan ingin peluk ke-elokan alam lautan
Kyusukku tak lupa bersujud memanjat doa
Terima kasih ya Tuhan
Engkau masih memberi kesempatan menengok kebahagiaan
Terpendam sepanjang masa tak dapat kugali
Menampakkan jati diri gambaranmu
Sesekali dengan ini aku berkata :
“Keindahan alam adalah sang wajah Tuhan”
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar