Jumat, 17 Maret 2023

INDAH

 

Terbangun mimpi tak terkira rasanya

Seolah bangun disentuh malaikat suci

Langit nyata diluar jendela

Nampak langit anggun selaras bayang mimpi

Membasuh akal membersih segala yang jorok

Tuhan menampakkan wajahnya

Begitu transparan tak berkerudung

Himpunan awan terbuka surut menghindar

Menelanjangi angkasa membias kemolekan cakrawala

Laras hati rindu membumbung tinggi

Mentari tersenyum menghapus kemurunganku

Kangen angan tak terhampiri menemani kegalauan

Tertutup selimut tebal lapisan dosa

Burung merengkuh ozon berlangit sendu

Berkicau tiada henti

Sembari menyanyi keagungan panorama

Menari diselingi bulu sayap

Menghujam nafas segar dunia

Ikan berlari-lari merayap dasar lautan

Tak terbri dasarnya sedalam apa

Sesekali menceburkan diri diudara

Langit biru berganti kuning kemerah-merahan

Dihiasi fajar merekah

Menaungi berkas nyala lembut

Merembes pelupuk dasar jagad samudera

Jiwaku bersinar binar

Tubuh pun berangsur berubah mungil

Terseret arus hasrat rasa kangen euforia bahana

Duduk termangu ujung kapal berlayar

Menuju asal datang cahaya kehidupan

Membentang tangan ingin peluk ke-elokan alam lautan

Kyusukku tak lupa bersujud memanjat doa

Terima kasih ya Tuhan

Engkau masih memberi kesempatan menengok kebahagiaan

Terpendam sepanjang masa tak dapat kugali

Menampakkan jati diri gambaranmu

Sesekali dengan ini aku berkata :

“Keindahan alam adalah sang wajah Tuhan”

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...