Maju berusaha sekuat jiwa.
Melayangkan pedang menusuk dada yang busuk.
Tusuklah agar yang busuk itu tak membuat diri dibakar
api neraka.
Membunuh naga merasuk merusak alam bathiniah.
Hingga terlepas dari kuku cengkeraman raksasa terbang penyesat.
Menumpulkan gigi taring serigala buas.
Siap menerkam bak aungan singa.
Mengelegah sukma dibuat tak habis-habisnya lelah.
Karena didalam ia telah ditetapkan Wahyu yang sudah
tiada lagi kebenaran.
Tidak menyalahkan Tuhan mengapa begitu terpuruk hina
berdurjana seperti ini.
Dakulah yang bodoh maunya menyerap sugesti iblis.
Iblislah yang membuat dikau enak hawa daging sementara
sekejap saja.
Kemudian lenyap dimakan hidup-hidup jiwamu dengan
kebengisannya.
Tetaplah tegap saudaraku karena aku sendiri juga
demikian.
Berjuang mendekap Tuhan agar jiwa tak kunjung mati
karena pelukannya.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar