Kamis, 16 Maret 2023

KEKANAKKAN

 

Kekanakkanku melekat masih disini

Tak beranjak pergi hilang menepi

Bergaung ria membuang sendu

Ditelan sapu bersih dari kalbu

Gelinding diri berputar lumbung padi

Makin hari tak menjadi

Justru abadi sikecil mungil lugu

Memanggul mainan hidup berwayang

Menerompet keleluasaan lapang masa

Menimba perigi basah menggigil gembira

Jatuh manyum diranjang peluk boneka

Tiada mati suri dada alam jiwa

Tak ada dalam dunia

Suara geming menjengkelkan dibuang jemu

Semua begitu syahdu polos dambaanku

Mengitari rumah dan rumput bersemi

Angkat lengan terlentang siap terbang

Menyusuri awan menderu tak berhuni

Pandang pohon kelapa tak diam didahan

Membayangi sejukku diri tertambat

Dibawah goyang daun pengipas sepoi-sepoi

Anak ingin dewasa, dewasa ingin anak

Masa kecil bagai pemandangan adalah sahabat

Habis waktu rebah berlutut segar

Berkawal pohon pisang punggung belakang

Ribuan mas lahir pemberian

Tetap tersisa hingga kenanga

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...