Disaat ini pikiranku dipenuhi dengan kebingungan
antara yang buruk dan yang baik, kapan dan dimana aku temukan jawabannya masih
belum aku ketahui, sejak itu muncul dalam pikiran dan bayanganku bahwa ada
pikiran yang mengatakan bahwa apakah aku akan memuja Hitler, Marxisme, orang
lain yang kuidolakan, iblis, atau menyembah kepada Tuhanku yakni Yesus Kristus
untuk menggapai hidup yang bahagia baik didalam fisik maupun jiwa, dan
ironisnya yang paling aku terima didalam semua itu yaitu aku haruslah menyembah
kepada diriku sendiri tidak peduli siapa yang kupercaya entah itu orang lain,
iblis, atau Tuhan itu sendiri. Apakah benar jikalau aku nantinya menyembah
diriku sendiri, maka permasalahan yang aku hadapi bisa aku hadapi dengan
kemampuanku sendiri, hal ini aku pilih oleh sebab bahwa diseluruh dunia ini
seakan-akan tidak ada yang tahu isi dari hati dan perasaanku yang sedang rapuh
oleh bayangan dosa, dengan kesimpulan bahwa hanya aku sendirilah yang
mengetahui keadaan dalam jiwaku ini, selain itu tidak ada sekalipun itu Tuhan.
Hal ini bisa disebabkan bahwa suatu saat aku ingin sekali melakukan pengakuan
dosa dengan jiwa yang mendalam terhadap Tuhan namun sangat sulit, yang bisa aku
lakukan hanyalah mengatakan kata-kata dibibir saja dan tidak didalam jiwa. Dan
juga aku takut jikalau aku mengecewakan dia dimana aku melakukan dosa itu lagi
atau lebih parah lagi, makanya daripada aku dusta padanya lebih baik aku
melakukan kesalahan atau dosa dengan mengatasnamakan diriku sendiri bukan Tuhan
oleh sebab banyak sekali didunia ini orang yang berumat agama sering
mengatasnamakan Tuhan diatas sana padahal tujuannya itu hanyalah untuk ke
egoisannya sendiri, maka secara tidak langsung mereka telah mengkhianati Tuhan
dan menyerahkan diri mereka pada iblis, seperti contoh salah satunya yakni yang
dilakukan oleh Osama Bin Laden, Adolf Hitler, dan sekte sibuea atau sekte
kiamat, dan masih banyak yang lainnya. Aku pun beranggapan bahwa dengan
menyembah diriku sendiri maka aku akan menjadi orang bebas dan dapat melakukan
hal apapun tanpa mengingat apakah hal itu dosa atau tidak, dan juga apakah
dalam menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupan dan jiwaku dengan selalu
menggunakan caraku sendiri selalu menghasilkan nilai positif bagiku, dan
jikalau ada orang yang mengatakan bahwa aku ini egois maka jawabanku ialah masa
bodoh atau aku nggak peduli! Akan tetapi jikalau ada orang lain yang bersikap
seperti itu juga terhadap aku pasti aku juga tidak terima dan yang ada hanyalah
kebencian yang terus-menerus tiada hentinya, sehingga secara tidak langsung
juga diriku suatu saat nanti akan dikuasai iblis meskipun aku tidak menyukainya
dan mempercayainya. Padahal iblis bisa dibilang sangat pintar dalam menyesatkan
pikiran manusia seperti halnya aku ini, ia menyuruh aku menyembah diriku
sendiri dengan berbuat sekehendak hatiku, dengan siasatnya bahwa aku tidak
perlu percaya sama iblis dan Tuhan atau Kristus itu sendiri. Padahal diluar
kesadaranku bahwa segala sesuatu yang berniat jahat tak akan luput dari jeratan
iblis walaupun aku mengatasnamakan diriku bukan padanya, namun tetaplah aku tak
akan lepas darinya. Sungguh sangat pintar iblis itu ternyata, ia tidak hanya
menyuruh manusia untuk menyembah dia atau bisa dikatakan secara langsung, namun
ia juga bisa menyuruh kita untuk menyembah diri sendiri untuk memuaskan
keinginan ego kita atau bisa dikatakan bujukan secara tidak langsung. Bahkan ia
pun menyuruh manusia untuk menyembah Tuhan yang hanya sebatas dikata-kata
semata, namun dalam perilaku keseharian tanpa disadari oleh orang beragama
mereka menuruti bisikannya dalam pikiran untuk memuaskan egonya. Aku mulai
ingat apa yang dikatakan oleh Mahatma Ghandi tokoh yang kuanggap sebagai
manusia terbesar sepanjang masa dan juga sebagai wakil Kristus yang mengatakan
bahwa salah satu kesuksesan iblis melalui cara secara tidak langsung ialah
ketika muncul nama Tuhan yang hanya dipermukaan bibir. Hal ini mengingat pada
saat itu ia hidup ditengah bergejolaknya Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 yang
sebagian besar terjada di eropa dimana benua eropa merupakan daerah benua yang
paling banyak memeluk agama Kristen namun sebenarnya kebanyakan didalam jiwa
mereka telah dikuasai oleh iblis, salah-satunya yakni ketika Hitler menganggap
bahwa ia adalah utusan Tuhan Yesus untuk membersihkan jutaan musuh-musuhnya
dengan jalan pembantaian, sungguh sangat ironis sekali dimana Tuhan Yesus malah
mengajarkan kepada umatnya agar mengasihi sesama manusia sekalipun itu terhadap
musuh yang telah menyakiti diri kita. Aku pun teringat apa yang dikatakan oleh Yesus
singkatnya bahwa “jikalau ada orang yang mempercayaiku tetapi tidak
melaksanakannya maka ia seperti rumah yang dibuat diatas pasir dan jikalau
badai datang maka rumah itu akan roboh dan hancur, sedang orang yang
mempercayaiku dan melaksanakannya maka ia akan memiliki rumah diatas batu dan
jika badai datang rumah itu akan tetap kokoh dan berdiri”. Hal ini mengingatku
tentang Hitler yang mengaku umat Kristen dan mengkhianatinya namun ternyata ia
disuatu hari telah roboh dan hancur karena hawa nafsu dagingnya itu. Sekali
lagi mengapa Ghandi aku sebut sebagai wakil Kristus oleh karena ia telah
melaksanakan kehendak dari Tuhan Bapa di Surga, dimana ia harus mati ditangan
kelompok agamana sendiri yang berhaluan Hindu ekstrim oleh sebab ia telah
menolong musuhnya yang tertindas pada waktu itu karena sebagai kaum minoritas
dinegara India yakni orang-orang yang menganut agama Islam. Sungguh hal yang
amat menyentuh hatiku dimana ia mampu mengasihi musuhnya meskipun ia belum
menjadi seorang Kristen yang resmi lahiriah, namun didalam jiwanya ia dipenuhi
oleh roh kudus tidak seperti aku ini, sejujurnya aku adalah penganut agama
Kristen resmi lahiriah namun jiwaku masih jauh dari kasih Kristus karena setiap
ada orang lain yang menyakiti aku maka aku pasti berpikir dendam atau benci
kepadanya bahkan malah sering meledak emosiku itu dengan mengesampingkan rasa
kasih yang tertanam didalam hati nuraniku. Sungguh kejadian itu menjadi hikmah
bagiku, ternyata orang yang sanggup menjalankan ajaran kasih sayang Yesus
Kristus bukan hanya orang-orang Kristen resmi saja, namun hal itu bisa saja
dilakukan oleh orang-orang non Kristen yang jiwanya dipenuhi oleh roh kudus.
Tulisan ku pada tahun 2004
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar