Selasa, 14 Maret 2023

PILIHLAH MANA


Disaat ini pikiranku dipenuhi dengan kebingungan antara yang buruk dan yang baik, kapan dan dimana aku temukan jawabannya masih belum aku ketahui, sejak itu muncul dalam pikiran dan bayanganku bahwa ada pikiran yang mengatakan bahwa apakah aku akan memuja Hitler, Marxisme, orang lain yang kuidolakan, iblis, atau menyembah kepada Tuhanku yakni Yesus Kristus untuk menggapai hidup yang bahagia baik didalam fisik maupun jiwa, dan ironisnya yang paling aku terima didalam semua itu yaitu aku haruslah menyembah kepada diriku sendiri tidak peduli siapa yang kupercaya entah itu orang lain, iblis, atau Tuhan itu sendiri. Apakah benar jikalau aku nantinya menyembah diriku sendiri, maka permasalahan yang aku hadapi bisa aku hadapi dengan kemampuanku sendiri, hal ini aku pilih oleh sebab bahwa diseluruh dunia ini seakan-akan tidak ada yang tahu isi dari hati dan perasaanku yang sedang rapuh oleh bayangan dosa, dengan kesimpulan bahwa hanya aku sendirilah yang mengetahui keadaan dalam jiwaku ini, selain itu tidak ada sekalipun itu Tuhan. Hal ini bisa disebabkan bahwa suatu saat aku ingin sekali melakukan pengakuan dosa dengan jiwa yang mendalam terhadap Tuhan namun sangat sulit, yang bisa aku lakukan hanyalah mengatakan kata-kata dibibir saja dan tidak didalam jiwa. Dan juga aku takut jikalau aku mengecewakan dia dimana aku melakukan dosa itu lagi atau lebih parah lagi, makanya daripada aku dusta padanya lebih baik aku melakukan kesalahan atau dosa dengan mengatasnamakan diriku sendiri bukan Tuhan oleh sebab banyak sekali didunia ini orang yang berumat agama sering mengatasnamakan Tuhan diatas sana padahal tujuannya itu hanyalah untuk ke egoisannya sendiri, maka secara tidak langsung mereka telah mengkhianati Tuhan dan menyerahkan diri mereka pada iblis, seperti contoh salah satunya yakni yang dilakukan oleh Osama Bin Laden, Adolf Hitler, dan sekte sibuea atau sekte kiamat, dan masih banyak yang lainnya. Aku pun beranggapan bahwa dengan menyembah diriku sendiri maka aku akan menjadi orang bebas dan dapat melakukan hal apapun tanpa mengingat apakah hal itu dosa atau tidak, dan juga apakah dalam menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupan dan jiwaku dengan selalu menggunakan caraku sendiri selalu menghasilkan nilai positif bagiku, dan jikalau ada orang yang mengatakan bahwa aku ini egois maka jawabanku ialah masa bodoh atau aku nggak peduli! Akan tetapi jikalau ada orang lain yang bersikap seperti itu juga terhadap aku pasti aku juga tidak terima dan yang ada hanyalah kebencian yang terus-menerus tiada hentinya, sehingga secara tidak langsung juga diriku suatu saat nanti akan dikuasai iblis meskipun aku tidak menyukainya dan mempercayainya. Padahal iblis bisa dibilang sangat pintar dalam menyesatkan pikiran manusia seperti halnya aku ini, ia menyuruh aku menyembah diriku sendiri dengan berbuat sekehendak hatiku, dengan siasatnya bahwa aku tidak perlu percaya sama iblis dan Tuhan atau Kristus itu sendiri. Padahal diluar kesadaranku bahwa segala sesuatu yang berniat jahat tak akan luput dari jeratan iblis walaupun aku mengatasnamakan diriku bukan padanya, namun tetaplah aku tak akan lepas darinya. Sungguh sangat pintar iblis itu ternyata, ia tidak hanya menyuruh manusia untuk menyembah dia atau bisa dikatakan secara langsung, namun ia juga bisa menyuruh kita untuk menyembah diri sendiri untuk memuaskan keinginan ego kita atau bisa dikatakan bujukan secara tidak langsung. Bahkan ia pun menyuruh manusia untuk menyembah Tuhan yang hanya sebatas dikata-kata semata, namun dalam perilaku keseharian tanpa disadari oleh orang beragama mereka menuruti bisikannya dalam pikiran untuk memuaskan egonya. Aku mulai ingat apa yang dikatakan oleh Mahatma Ghandi tokoh yang kuanggap sebagai manusia terbesar sepanjang masa dan juga sebagai wakil Kristus yang mengatakan bahwa salah satu kesuksesan iblis melalui cara secara tidak langsung ialah ketika muncul nama Tuhan yang hanya dipermukaan bibir. Hal ini mengingat pada saat itu ia hidup ditengah bergejolaknya Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 yang sebagian besar terjada di eropa dimana benua eropa merupakan daerah benua yang paling banyak memeluk agama Kristen namun sebenarnya kebanyakan didalam jiwa mereka telah dikuasai oleh iblis, salah-satunya yakni ketika Hitler menganggap bahwa ia adalah utusan Tuhan Yesus untuk membersihkan jutaan musuh-musuhnya dengan jalan pembantaian, sungguh sangat ironis sekali dimana Tuhan Yesus malah mengajarkan kepada umatnya agar mengasihi sesama manusia sekalipun itu terhadap musuh yang telah menyakiti diri kita. Aku pun teringat apa yang dikatakan oleh Yesus singkatnya bahwa “jikalau ada orang yang mempercayaiku tetapi tidak melaksanakannya maka ia seperti rumah yang dibuat diatas pasir dan jikalau badai datang maka rumah itu akan roboh dan hancur, sedang orang yang mempercayaiku dan melaksanakannya maka ia akan memiliki rumah diatas batu dan jika badai datang rumah itu akan tetap kokoh dan berdiri”. Hal ini mengingatku tentang Hitler yang mengaku umat Kristen dan mengkhianatinya namun ternyata ia disuatu hari telah roboh dan hancur karena hawa nafsu dagingnya itu. Sekali lagi mengapa Ghandi aku sebut sebagai wakil Kristus oleh karena ia telah melaksanakan kehendak dari Tuhan Bapa di Surga, dimana ia harus mati ditangan kelompok agamana sendiri yang berhaluan Hindu ekstrim oleh sebab ia telah menolong musuhnya yang tertindas pada waktu itu karena sebagai kaum minoritas dinegara India yakni orang-orang yang menganut agama Islam. Sungguh hal yang amat menyentuh hatiku dimana ia mampu mengasihi musuhnya meskipun ia belum menjadi seorang Kristen yang resmi lahiriah, namun didalam jiwanya ia dipenuhi oleh roh kudus tidak seperti aku ini, sejujurnya aku adalah penganut agama Kristen resmi lahiriah namun jiwaku masih jauh dari kasih Kristus karena setiap ada orang lain yang menyakiti aku maka aku pasti berpikir dendam atau benci kepadanya bahkan malah sering meledak emosiku itu dengan mengesampingkan rasa kasih yang tertanam didalam hati nuraniku. Sungguh kejadian itu menjadi hikmah bagiku, ternyata orang yang sanggup menjalankan ajaran kasih sayang Yesus Kristus bukan hanya orang-orang Kristen resmi saja, namun hal itu bisa saja dilakukan oleh orang-orang non Kristen yang jiwanya dipenuhi oleh roh kudus.


Tulisan ku pada tahun 2004
Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...