Aku bertanya
pada diriku dan juga kepada Tuhan, ya Tuhan apakah ini yang kau maksud dengan
kehidupan Kristen itu, dan aku sambil tertawa hehehe kalau memang begitu apa
bedanya dengan orang yang non Kristen atau bahkan tidak mengenal nama anakmu
yang duduk disebelah kananmu. Pada saat ini pikiranku tidak diakui oleh orang
lain termasuk terutama oleh keluargaku sendiri, aku tidak tahu sejak kejadian
disaat aku menghujatmu kemudian pikiranku menjadi tidak normal dan kacau, aku
sering berpikiran sangat peka terhadap hal apapun yang terjadi dihadapan mataku
meskipun aku dibuat sangat tersiksa olehnya. Kau tahu mengapa, memang aku tidak
pantas mengatakan begini dengan iman yang dangkal, tetapi aku tidak bisa
menahannya dan aku salurkan kedalam semua emosi dan perasaanku, simpelnya
mengapa ajaranmu itu jika aku tengok di dalam kehidupan khususnya bagi para
umat Kristiani itu sangatlah rumit, mungkin salah satu masalahnya yakni dengan
adanya berbagai macam aliran, tapi bukan itu penyebabnya dan yang utama sekali
lagi yaitu pergumulan hidup yang ada dihadapan mataku, banyak orang yang
mengatakan aku ini orang Kristen tetapi dia selalu merasani orang lain. Karena
menyakiti dirinya seolah-olah apa yang dia inginkan dalam realita ini ternyata
tidak terwujud, sehingga segala sesuatu yang sedikit saja dan merupakan
kebiasaan hidup sejak awal adanya hubungan sesama manusia, hal yang tidak di
inginkan itu sering dilebih-lebihkan, dan juga sangat minta maaf hal seperti
ini juga menimpa pada keluargaku dan aku sendiri. Sampai-sampai aku bertanya
mengapa aku terus mengingatmu dan menyembahmu padahal itu juga dalam kehidupan
kekristenan yang aku temukan yang tidak begitu beda dengan umat non Kristen,
memang seharusnya aku tidak boleh mengkritik terhadap sesamaku apalagi yang
telah melahirkanku namun aku pernah mendengar dari cerita bapakku bahwa ada
seorang jaksa yang sangat jujur dan bersih dari pikiran korupsi dan si bapak
itu jarang sekali merasani orang lain ataupun mengkritik orang lain padahal dia
itu berhak melakukan sebaliknya itu karena ia adalah orang yang menurutku
sangat mendekati kesucian meskipun dia itu orang yang beragama non Kristen,
bukan berarti aku percaya sama nabi, dewa, atau Tuhan keyakinannya yang
disembah, sebaliknya aku justru tetap berpegang teguh bahwa ia telah
melaksanakan hampir segala firmanmu dengan baik dan dekat denganmu ya Yesus
walaupun ia bukan orang Kristen, disitulah yang membuat jiwaku tersentuh bahkan
engkau lebih tahu dari aku mengenai dia dimana ia hidup dengan segala kesederhanaannya
dan juga ia jarang sekali mengingini segala sesuatu benda atau duniawi yang
dimiliki oleh orang lain, ia mensyukuri apa adanya dan juga berkah yang telah
kau berikan padanya. Dan lagi bukan hakku untuk menentukan dimana ia akan masuk
tapi aku yakin ia pasti akan masuk ke sorga dan bertemu denganmu ya Kristus.
Pada saat ini
mengenai diriku aku tahu engkau menangis jikalau melihat keadaan hati dan
jiwaku, aku pada saat ini sering mendapat bisikan dari iblis maupun dari kasih
yang berasal dari engkau ya Kristus. Aku bingung mana yang akan kupilih kalau
mengikuti bujukan iblis sangatlah memuaskan hidupku yang hanya sebatas daging
namun tidak jiwa yang hidup sampai selamanya, sedang suaramu jikalau aku
lakukan didalam kehidupan memang terasa sangat berat dimana berbenturan dengan
rasa egois dan harga diriku yang tinggi namun suatu saat aku mendapat pahalanya
melalui penghiburan jiwa sampai ada pepatah didalam hatiku bahwa apa artinya
jika daging dan tubuh kita sehat dan melimpah dengan hal yang berbau duniawi
jikalau jiwa kita rusak maka yang akan mengendalikan diri kita bukanlah kita
namun iblislah yang mengendalikannya tanpa disadari dan juga amat tersiksalah
kita. Aku sangat menginginkan pada setiap saat dan saat ini agar dirikulah yang
akan mengendalikan jiwaku terlebih dengan dinaungi oleh roh kudus agar jiwaku
kuat dan tidak jatuh kedalam cengkraman sang penguasa kegelapan.
Aku meminta kepadanya :
KUMOHONYA TUHAN BEBASKANLAH AKU DARI SEGALA RASA
KEKUATAN JAHAT YANG TELAH MEMPERBUDAK DAN MENYIKSA JIWAKU INI.
Tulisan ku pada tahun 2004
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar