Sejumlah filsuf besar menulis dan berkata dalam karangan pandangan filsafatnya yang sebagian besar berdasarkan pada apa yang dirasakannya sendiri, namun Yesus ku berkata dan bahkan berfirman karena mengetahui tidak hanya apa yang dialaminya dan dirasakan dirinya semata namun juga orang lain pada umumnya.
Manusia mengejar ilmu dimana saat era modern ini telah menuntut kita untuk menjadikan yang terdidik oleh kepandaiannya dengan disuguhi oleh berbagai ajaran, teori, dan buku pengetahuan yang diperhadapkan ilmu atau pendidikan yang diraih untuk mewujudkan cita-cita kelak dikemudian hari yang bukan semata wayang mendapatkan gelar yang berupa sarjana atau alumni saja, melainkan merubah watak yang berakal wawasan dangkal menuju ke arah yang lebih luas perspektif, khususnya dalam menilai dan menganalisa segala gejala dan fenomena kehidupan yang dirasakannya.
Orang yang mengatasnamakan beserta mengkultuskan Tuhan yang menjadikan suatu keidentikan diri padanya dalam menjalankan praktek tujuan dari strategi yang dimilikinya dengan menggunakan inisiatif menghalalkan segala cara yang berupa kejahatan dan kebiadaban, yang baginya dianggap sebagai suatu hal yang halal dan benar adalah sesuatu yang buta ilusi dan khayalan semata, dimana dibelakang kebenaran opininya yang mengambil arah jalan tersesat. Dan sesungguhnya Bapa dari segala Maha Bapa oleh dia didalam hatinya bukanlah Tuhan yang Maha Kasih dan Maha Adil bagi ciptaannya, namun iblis lah yang dijadikan sebagai sosok tuhan yang telah berhasil menipu dan menghipnotis daya laju berpikirnya melalui cara mengkambinghitamkan Tuhan yang asli.
Seorang manusia menonjol karena faktor keterkenalan yang disanjungnya maupun pemimpin dengan kekuasaan absolut, maka janganlah didewa-dewakan meskipun kita wajib mengucapkan sumpah nyawa setia bagi tonggak kekuasaannya, namun cukuplah sebatas menghargai dan menghormati kepadanya, karena sehebat ataupun semutlak apa pun setiap manusia itu tetap merupakan bagian makhluk yang absurd terbatas yang tidak akan bisa melampaui kuasa Trasendental Tunggal Maha Pencipta walaupun dengan segala upaya apa pun. Dan juga manusia yang engkau ilahi kan tersebut belum tentu dapat menolong mu saat diri mu terperangkap masuk ke jurang krisis kehidupan.
Kejahatan yang dilakukan oleh sang penguasa apakah tidak kalah jauh berbeda dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anak muda sekolah maupun perkuliahan atau yang bertempat sebagai preman dan berandalan dipinggir jalanan, karena disesuaikan dengan kondisi standar yang sedang diperhadapkan dalam status keberadaan terhadap kodrat ketetapan kalkulasi kehidupan bagi masing-masing individu manusia yang ada disetiap saat itu juga ia berada.
Manusia dapat melakukan kebenaran dalam kelangsungan di sepanjang hayat hidupnya yang harus diawali dengan mendamaikan diri melewati penenangan bathin atau jiwa dari kekacauan dan kegundahan didalam dirinya sebelum mendamaikan terlebih dahulu orang lain melalui tindakan kebenaran. Jikalau damai sejahtera itu terwujud datang didalam jiwa, maka jiwa itu dipastikan telah dikaruniai dan diseliputi oleh roh kudus sebagai pemberian besar dari kasih Tuhan.
Karya tulis ku adalah sahabat sejati abadi ku, dimana tangisan jiwa suka maupun duka membasahi di setiap lembaran luruh pena mengisinya. Jika lembaran tuangan diriku tiada maka jiwa segenap pendamping sukma ku pun ikut menyusulnya.
Kesepian itu adalah temanku, ketika kesunyian berada maka aku pun ada menempatinya.
Lambaian tulus raba si tangan kepada yang disapa menengadah, tidak akan sia-sia karena didalamnya akan menyimpan kenangan, olehnya kebersamaan kini dari masa silam yang terindukan yang kelak akan terus berkelanjutan dan terekam selalu didalam memori ruangan indah kita.
"Keberanian"?
Apakah ditujukan untuk bertahan hidup, ataukah melepaskan belenggu nafas jiwa
yang terkekang sebagai salah-satu obat manjur opsi klimaks yakni, menusuki jiwa
sendiri yang siap terbuka sedia menerima luka badani yang luar biasa.
Tulisan ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar