Asap jernih di isap, asap kotor keluar dari tubuh.
Kurnia alam yang murni pemberian Tuhan telah banyak
menjadi cemar jika tersentuh tangan manusia untuk kepuasan nafsunya.
Pemberian jasa alam sering dilupakan manusia.
Manusia tidak bisa hidup tanpa alam, dan alam tetap
bisa bertahan hidup dari ketidakhadiran manusia.
Alam itu diam, manusia itu si penggerak.
Tumbuhan parasit memakan tumbuhan dihinggapinya yang
mana manusia menyantap manusia bukan ditetapkan kodrat melainkan mengkhianati
jati dirinya yang telah diputuskan oleh Tuhan.
Kekapokan tidak akan datang pada manusia yang sangat
rakus akan alam, sebelum alam berbicara dalam murkanya.
Jikalau alam murka yang mengorbankan banyak jiwa, maka
siapakah yang harus disalahkan yakni kita sendiri kah atau bukan penyebab diri
kita karena memang gempa, sehingga terimalah itu didada walau hati masih
menyisakan luka.
Alam mati manusia pun ikut mati, dan manusia mati tapi
alam tetap hidup atau sebaliknya.
Meski begitu alam tetap butuh ulur tangan kasih
manusia untuk melestarikannya dan bukan merusaknya.
Indahnya alam yang jernih adalah Tuhan, wujud gambar
Tuhan bagaikan kesegaran eloknhya alam yang tidak dapat terpisahkan.
Manusia bisa menjadi alam liar, namun tak luput
manusia bisa berwujud rupa akan keindahan alam.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar