Benar itu dasar dari sumber segenap aspek yang
terutama dicari.
Sebagian makhluk bertuan didalam akhlak taruh paruh
memperhatikan.
Bertanya apakah punya terpegang murni berasal oleh
aslinya.
Atau mengawang terpisah hubungan tali kebutuhan.
Walau segala kebenaran terletak ditelapak tangan Tuhan.
Mencandra dialog diri interaksi sepihak maupun bantuan
ilahi.
Menumbuhkan kesan kategori rupa prasangka terdalam.
Menguak ambang penasaran sedang berlangsung yang
dijejali.
Meramu obyek subyek keberadaan kosmos diri didunia ini.
Tak terungkap misteri pemicu dilema berkepanjangan.
Membesuk ke alam perenungan pertanyaan bertitikkan
jawaban.
Berpangkal akal terbeban yang mengembara menuju lembah
kepastian.
Agar patut memasang lencana kemandirian pandangan
tergenggam.
Diluar segenap gagasan begitu mistis nilai tak
keraguan.
Kesendirian mengoyah ayuhan pola pikir acuan.
Pada sedia kala tujuan fokus pusat produksi carawala
jati diri.
Menampilkan muka perspektif eksklusif bagai pedoman
panutan jalur diri diambil jalani.
Kebenaran bagian teresensi makna mendasar untuk diraih.
Atas sangkakala penopang sumber pemasok sedia
kesegenapan hidup.
Wajib dijunjung tinggi kemanunggalan berasasi unsur
kesatuan.
Bagi setiap insan manusia inspirasi dorongan hak milik
terhakiki.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar