Rabu, 15 Maret 2023

NILAI JIWA

  

Satu jiwa satu melayang yang berharga.

Ribuan senyum jiwa tinggal menetap dalam dirinya, dan satu tangis jiwa meninggalkan dirinya.

Kemegahan dalam persahabatan banyak jiwa jauh lebih buruk daripada keterasingan satu jiwa yang melata.

Jiwa umum tinggal pada kendaraan duniawi, dan jiwa khusus tak digubris umum bersemayam didedaunan hijau karya riangnya alam.

Mulut sosialisasi telan pil ke egoisan yang mempertahankan prinsip kebiasaan golongan yang dipegang, mulut individu meneguk air bening dalam kesegaran dan menderita atas beban fitnah dan sindiran dari yang asing sebab minoritasnya.

Kelompok unggul mayoritas anggota menyantap pujaan berunsur segala hal yang banyak mengandung kesederhanaan.

Budaya ke-engganan terus berlanjut dari ciptaan manusia sendiri, yang justru nantinya dibenci terhadap apa yang telah dibuatnya itu tanpa disadari.

Adapun segelintir jumlah pasir jiwa itu untuk bertukar kasih berbumbu saling mengampuni untuk menjadi sahabat penghilang rintihan kebathinanku ini.

Aku pun menegurnya dengan ketulusan hati untuk melayangkan rasa simpati atas permohonan maafku yang mendalam pada dirinya.

 

  

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...