Sabtu, 18 Maret 2023

PERANG DALAM JIWA

 

Kini akan kubawa kemana non ragawi ini.

Padang alam luas begitu besar bebas untuk dikitari singgah hari.

Menempatkan ketenangan dibawah anugerah kesejukan.

Ataukah jiwa murniku ini terbawa menuju gurun berlumur gersang.

Sudah cukup lama membuang waktu dimiliki.

Namun terseok-seok karena haus kematangan.

Berharap hujan mengasihani akan dahagaku.

Yang mau sampai mengemis rendah diri.

 

Kebusukan dan kebenaran siap mengangkat sebilah pedang.

Menyayat liar menghunus pedang, siapa yang lebih tajam.

Adu terampil melihat peluang menghabisi lawan setiap celah.

Timbul peperangan besar menyakitkan tak berujung.

Daku mengimpikan agar terulang kembali.

Kemelut terbebasnya kerajaan sorga dari kudeta kelaliman si naga.

Senja kala datang malaikat Tuhan merayakan kemenangan telah tiba.

Atas gagalnya ambisi rencana besar kegelapan.

Begitu juga dalam jiwaku meski melewati jalur rintih bahaya.

Penuh pengorbanan seluruh gelaga hati dikuatkan iman.

Kuda ksatria suci tegar yang dipicu dan tumpangi.

Berdiri seraya mengangkat tapal kaki tinggi menengadah ke langit.

Melambaikan pedang perkasa ke atas cahaya matahari.

Simbol tanda kejayaan yang telah menghampiri.

 

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...