Kamis, 16 Maret 2023

PUTUS ASA

 

Kalau engkau sudah tak bernafas siapa yang akan memedulikanmu.

Menitikkan hari terhadap keinginan yang dihasratkan yang tak berkesudahan.

Pengharapanmu takkan kunjung tiba disepanjang masa agar engkau dapat merasakan pahit dan manisnya hidup ini.

Hidangan tersedia dipagi yang cerah ini, ada madu dengan susu.

Ke-esokan harinya yang tersedia hanyalah jamu pemahit lidah dan buah-buahan yang belum masak.

Andaikan setetes air mata yang berlinang dapat menenggelamkan prahara kehidupan yang telah merebahkan tubuh jatuh ke dalam jurang keputusasaan.

Bagaimana bisa tahun impian dapat terhampiri jikalau engkau habiskan didalam pelamunan cita-cita semata penghabis waktu tanpa dijejali tangan untuk bergerak yang menguraskan keringat badan.

Didalam ruang hatimu kau anggap sudah tidak ada apa-apa yang mau berhuni didalamnya.

Yang ada hanyalah kosong, menyongsong diri yang tak ada kemauan untuk mengisi benih-benih semangat sukma hati.

Sahabat sejati peneman benak hati telah pergi semenjak pukul dini hari tanpa berpamitan.

Antah berantah kapan ia mau kembali, yang berdiam sunyi menanti akan angin harapan yang bersilir merindukan daku lagi.

Janganlah engkau mengandalkan rasa pesimismu, tidak ada salahnya engkau angkat wajah optimis agar hidupmu lebih bergairah kembali.

Tak semata wayang dirimu yang tak berkecukupan untuk merengkuh diawang-awang keabadian impian jiwamu yang semakin membumbung tinggi uapannya untuk meninggalkan dikau yang beraut murung.

Nun banyaknya bintang yang kian meredup menandakan juga melimpahnya jiwa manusia yang tak bersinar lagi oleh jubah kenistaan yang telah mengkerudunginya.

Hasrat berlarut nestapa tak akan berlangsung selamanya.

Musim semi akan menyambutmu dan malamnya bintang jatuh menganugerahi mimpi asalkan engkau menghargai akan hati untuk berhasrat yang ber-Tuhan.

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...