Kamis, 16 Maret 2023

RENUNG SENYAP

 

Tercabik membisu disinari lampu neon

Tergores hati bersenyum malam

Cerah bintang merayap dalam gelap

Menyelinap menunggu fajar datang

Berseru mati tergolek kekelaman

Tergeletak bingkai seutas buku

Sosok chairil anwar merebak bayangan mistis

Dengan sepintal gallery berhias cengkeh bakar

Hinggap dibibir serap lidah mengganyam paru

Merangkak bungkuk lutut persimpangan teka-teki

Terbelalak cermin menampak muka merah

Tak mengeri sidatang

Berbaur senyap dikabut anggun menggumpal

Sangkakala meniup amarah

Gejolak badai membahana

Lorong penghubung tak berujung dibaca kasat mata

Tercabik kepingan diri linglung

Membelut tiang garapan penancap langit

Iris ujung nasib membesut lancip

Biar tebal dinding ditembus

Angkara murka membarah tumbuh alam mayapada

Seraya bayi subur tulang berbiak

Telapak menghujam tanah menjulur dewasa

Beracu jalan mandiri melangkahi batu

Keluar dari julukan benih terbuang

Membelai intisari meninju embrio terpendam rahim

Kelopak niscaya murni bertebar berbaur udara

Merengkuh angin hempasan sisayap

Membelok tikung tiada berliku tapi

Menatap megah pasir istana

Berbaris lintang menarik bujur seimbang

Merambah tak terpri cahaya lentera terang jiwa

Mekar bunga layu nona anggrek

Tumbuh mengitari halaman bentang luas

Membias indah surya mentari sang rumah teduh

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2004.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...