Kisah perjalanan bangsa takkan tepisah dari kehadiran
eksistensinya.
Menyambut sulut gemuruh getar tanah massa menggila.
Mengumandangkan pujaan genggaman nasib peranakkan
negeri.
Dimasa depan terus tanpa sepatah henti lari kencang kesurupan.
Nan tibalah mendendangkan kaki tumpuan negara.
Sebagai sosok tunggal tunjukkan pilihan seluruh
penghuni.
Area rengkuh tangan berhak miliki hak kuasa olehnya.
Tegak berdiri selayang pandang sorotan tatap tajam.
Situan empunya penyembah seruan frase budak ambisi
besar.
Kehendak untuk berkuasa, ketus hati jujur lantang uap
buang malu.
Jari ujung telunjuk ditengadahkan ialah simbol putusan
mulia.
Harga diri kaisar agung menggemakan bagai laksana
kewajiban.
Lautan bah lebar mayapada langit seolah menurut
kehendak baginda.
Kentara bawahan bersimpah rendah junjung hormat taat
keharusan.
Elang berbulu dahi kekuasaan hinggap hujam turun
bergempa.
Menjelma patung sentuhan pahat lambang pembawa
kemenangan.
Falsafah pijakan gelegar menghancurkan genggaman ideal.
Perbudakan muslihat rendah hati terlumatkan pandangan
ketuanan.
Apa didecakkan sikuasa telah membius jutaan semut
bungkuk terdengar.
Bahan lumatan pasrah diagnosis pengaruh alam pikiran
diolah matang.
Tersalurkan alat jadi fungsi kendali kekuasaan pegang
bersenjata.
Dicuci sedemikian rupa menjadikan prajurit mesin bunuh
perang.
Berdarah dingin kosong akal jiwa mencampak keluhuran
damai.
Yang ada bagimu segenap wahai saudara prajurit dan
alas kaki kuasa rakyatku.
Gemeretak gaung darinya nyaring tusuk kalbu gendang
jiwa.
Terngiang-ngiang berputar tetap tertahan diruangan
itu.
Kata jaya agung pancaran hipnotis kumandang retorika
hembusan tuan.
Maka dikau kosong bawahan sekalian semuanya akan
terangkat tinggi.
Bagi kebesaran harga diri bangsa negerimu terayomi
selaput cintamu.
Serta tampuk kejayaan rentang bebas amarah kuasa
biadabku sekalipun.
Tak mau kian hargai mengerti apakah tabir bibir
gumamku ini.
Terpampang makna nilai nyata kebenaran nanti, ilusi
ataukah sejati.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar