Ketakutan bukan berasal dari alam luar dirimu yang
pertama berawal.
Didalam sumber dirimulah tercipta daya imajinasi yang
tak engkau kehendaki.
Alam liar menghantui kesadaran dikolong kegelapan.
Rasa gelap selalu identik dengan bulu kuduk meradang.
Apakah gelap menggambarkan ketidaktampakan suatu benda
berkisar kita.
Gelap itu terwujud saat menjauhnya semangat gairah
hidup.
Jatuh tak berdaya kepada era kesuraman sekalipun
menghapuskan secercah harapan.
Bagaimana rasa bergelut cemas bergentayangan ke segala
penjuru yang mana kau menempatkan kepala berada.
Tidakkah engkau dan aku percaya akan adanya Tuhan.
Namun sekedar percaya berhenti disitu, selanjutnya tak
percaya ia hadir pelega kegundahan disisi kita.
Segala aroma udara terasa bau dihisap, sungguh riskan
karena kita punya indera pencium rasa wangi.
Jiwa ketakutan itulah yang mengubah segala bayangan
kemauan menjadi malapetaka.
Asal tahu mengerti buang prasangka bayangan itu
sebelum semuanya gelap gulita.
Sebab olehnya berambisi mencekik kebahagiaan kebebasan
yang engkau dan aku serupa mengalami nasib tak berkenan.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar