Sabtu, 18 Maret 2023

TAKUT

 

Ketakutan bukan berasal dari alam luar dirimu yang pertama berawal.

Didalam sumber dirimulah tercipta daya imajinasi yang tak engkau kehendaki.

Alam liar menghantui kesadaran dikolong kegelapan.

Rasa gelap selalu identik dengan bulu kuduk meradang.

Apakah gelap menggambarkan ketidaktampakan suatu benda berkisar kita.

Gelap itu terwujud saat menjauhnya semangat gairah hidup.

Jatuh tak berdaya kepada era kesuraman sekalipun menghapuskan secercah harapan.

Bagaimana rasa bergelut cemas bergentayangan ke segala penjuru yang mana kau menempatkan kepala berada.

Tidakkah engkau dan aku percaya akan adanya Tuhan.

Namun sekedar percaya berhenti disitu, selanjutnya tak percaya ia hadir pelega kegundahan disisi kita.

Segala aroma udara terasa bau dihisap, sungguh riskan karena kita punya indera pencium rasa wangi.

Jiwa ketakutan itulah yang mengubah segala bayangan kemauan menjadi malapetaka.

Asal tahu mengerti buang prasangka bayangan itu sebelum semuanya gelap gulita.

Sebab olehnya berambisi mencekik kebahagiaan kebebasan yang engkau dan aku serupa mengalami nasib tak berkenan.

 

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...