Bersama pagi menjelang hingga ke petang.
Ah begitu riskan untuk dipandang.
Kini buaianku besertamu memetik gundum padi.
Lapang ladang luas berbinar kemilauan.
Terhibur silauan jernih cakrawala pesona.
Sang tani menggeluti sawah hijau indahnya.
Tak berkunjung lesu senyumku tetap berkibar.
Menakjubi kegirangan mereka bercocok tanam.
Walau ilmu dan kata segumpal makna.
Masih dikaruniai kepolosan yang sederhana.
Ilalang benih tumbuh rapi berbaris membentang.
Membentuk kotak sejajar ditengah air mengalir
menderas.
Bergilir irigasi bagi ladang lain mengemis kering
keronta.
Agar terpuaskan segenap bangsa tanaman berhuni
diladang.
Berbarengan para pemiliknya juga ikut terpuaskan atas
jerih payahnya.
Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.
Ditulis oleh : Ricky Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar