Sabtu, 18 Maret 2023

TERBUKA LADANG

 

Bersama pagi menjelang hingga ke petang.

Ah begitu riskan untuk dipandang.

Kini buaianku besertamu memetik gundum padi.

Lapang ladang luas berbinar kemilauan.

Terhibur silauan jernih cakrawala pesona.

Sang tani menggeluti sawah hijau indahnya.

Tak berkunjung lesu senyumku tetap berkibar.

Menakjubi kegirangan mereka bercocok tanam.

Walau ilmu dan kata segumpal makna.

Masih dikaruniai kepolosan yang sederhana.

Ilalang benih tumbuh rapi berbaris membentang.

Membentuk kotak sejajar ditengah air mengalir menderas.

Bergilir irigasi bagi ladang lain mengemis kering keronta.

Agar terpuaskan segenap bangsa tanaman berhuni diladang.

Berbarengan para pemiliknya juga ikut terpuaskan atas jerih payahnya.

 

 

Tulisan puisi bebas ku pada tahun 2005.

Ditulis oleh : Ricky Siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFORISMA BEBAS BAGIAN KE-TIGA PULUH DUA

Kita tidak bisa melawan kehendak settingan dari Sang Esa Trasenden, karena yang teratur baik yang bersifat baik maupun yang jahat tidak bisa...